Ikuti Kami :

Disarankan:

Rumah Terduga Pemilik Bom Dadaha Digeledah Densus 88, Warga Sebut AAS Tertutup dan Kurang Bermasyarakat

Minggu, 12 Juli 2026 | 14:44 WIB
Watermark
Rumah Terduga Pemilik Bom Dadaha Digeledah Densus 88, Warga Sebut AAS Tertutup dan Kurang Bermasyarakat. Foto: Kristian.

Penggeledahan rumah terduga AAS oleh Densus 88 di Cilembang pada Minggu (12/7/2026) mengejutkan warga. Menurut kesaksian tetangga, oknum PKL yang diduga memicu ledakan di Kompleks Olahraga Dadaha tersebut dikenal tertutup dan kurang bermasyarakat.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Penggeledahan mendadak yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Satbrimob Polda Jawa Barat di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (12/7/2026) siang, mengejutkan warga setempat.

Warga berbondong-bondong langsung mendatangi lokasi begitu melihat petugas gabungan bersenjata lengkap memasang garis polisi (police line) di kediaman yang diduga ditempati oleh pria berinisial AAS.

Salah seorang warga setempat bernama Syarif (51) mengaku sangat kaget dengan kedatangan puluhan personel kepolisian yang secara mendadak mengepung rumah di kampungnya tersebut.

"Jujur, kalau saya sendiri sangat terkejut ketika melihat jajaran kepolisian tiba-tiba ada di sini dan langsung memasang garis polisi," ujar Syarif di lokasi kejadian, Minggu (12/7/2026).

Syarif mengaku belum mengetahui secara pasti motif maupun kasus hukum yang menjerat tetangganya tersebut hingga harus melibatkan tim antiteror. Namun, ia membeberkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, AAS dikenal sebagai pribadi yang kurang bersosialisasi dan cenderung menutup diri dari lingkungan sekitar.

"Dia (AAS) itu kurang bermasyarakat. Sebenarnya dia warga pindahan dari RT sebelah lalu menetap di sini. Kami tidak tahu punya kasus apa, karena interaksinya dengan masyarakat lain kurang dan tertutup. Berbeda dengan istrinya yang sering keluar dan suka main ke rumah tetangga," pungkas Syarif.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penggeledahan berlapis di Kampung Gunung Koneng, Cilembang ini merupakan buntut dari eskalasi kasus ledakan keras yang mengguncang kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, pada Sabtu (11/7/2026) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Peristiwa di Dadaha tersebut awalnya dipicu oleh adu mulut antara pedagang jagung berinisial S dengan penjual tahu gejrot berinisial E alias U yang diduga mabuk. Situasi memanas saat AAS, yang merupakan penjual es teh sekaligus kerabat pedagang jagung, datang dan memaki E alias U dengan nada tinggi.

Di tengah upaya warga melerai, tiba-tiba terdengar suara dentuman ledakan sangat keras dari arah belakang yang membuat para pedagang serta pengunjung kocar-kacir menyelamatkan diri. Minggu dini hari sekira pukul 01.00 WIB, pasukan gabungan Polres Tasikmalaya Kota langsung mengepung dan mensterilkan TKP.

Densus 88 Dalami Temuan Komponen Bom Rakitan

Kasus keributan pedagang ini naik ke tingkat penanganan khusus setelah Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menemukan berbagai material mencurigakan di lapak jualan Dadaha. Sejumlah barang bukti yang diduga kuat sebagai bahan baku bom rakitan telah disita, antara lain:

 * Pupuk / KCL

 * Belerang dan Bubuk Aluminium

 * Baterai beserta untaian kabel

 * Remote / Alat pengontrol alarm

 * Aluminium bahan antena

Keterlibatan aktif Densus 88 Antiteror Polri dan tim Gegana penjinak bom dalam penggeledahan rumah AAS mengindikasikan adanya pendalaman serius terkait rekam jejak terduga, keahlian merakit, hingga potensi keterkaitan dengan jaringan tertentu. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mensterilkan area rumah dan memeriksa saksi-saksi kunci untuk mengusut tuntas kasus ini.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement