Ikuti Kami :

Disarankan:

Fenomena Konsumen Zaman Now: Dari ROJALI hingga ROMUSA, Kamu Termasuk yang Mana?

Sabtu, 26 Juli 2025 | 18:49 WIB
Watermark
Fenomena Konsumen Zaman Now: Dari ROJALI hingga ROMUSA, Kamu Termasuk yang Mana? Foto: Ilustrasi

Dunia ekonomi tak melulu soal angka, grafik, dan teori rumit. Kini, muncul istilah-istilah baru yang menggambarkan fenomena perilaku konsumen di tengah dinamika ekonomi yang tak menentu.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dunia ekonomi tak melulu soal angka, grafik, dan teori rumit. Kini, muncul istilah-istilah baru yang menggambarkan fenomena perilaku konsumen di tengah dinamika ekonomi yang tak menentu. Uniknya, istilah-istilah ini kian populer di media sosial karena relevan dan penuh sentuhan humor meskipun ada sentilan pahit tentang daya beli masyarakat.

Berikut daftar “terminologi konsumen” ala netizen kreatif Indonesia yang layak masuk KBBI edisi kekinian:

·         ROJALI (Rombongan Jarang Beli)

Kelompok ini hobi datang ke pusat perbelanjaan, lihat-lihat, tapi akhirnya pulang dengan tangan kosong. Fenomena ini bisa jadi cerminan dari menurunnya daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

·         ROHANA (Rombongan Hanya Nanya)

Tipe ini rajin bertanya soal produk, spesifikasi, bahkan minta coba-coba, tapi niat belinya nihil. Penjual online pasti sudah hafal banget dengan karakter ini.

·         ROHALUS (Rombongan Hanya Elus-Elus)

Datang ke toko elektronik atau otomotif, elus-elus barang mahal, senyum-senyum, tapi cuma sebatas mimpi. Tanda ketertarikan tinggi, tapi saldo dompet belum mendukung.

·         ROHALI (Rombongan Hanya Lihat-Lihat)

Mirip ROJALI, tapi mereka lebih ke sekadar jalan-jalan sambil memanjakan mata. Tidak berniat membeli sejak awal.

·         ROCEGA (Rombongan Cek Harga)

Selalu datang dan bertanya, “Berapa harganya, Kak?” Tapi setelah tahu nominalnya, hanya tersenyum dan berkata, “Oke nanti balik lagi ya…”

·         ROMANSA (Rombongan Manis Senyum Aja)

Ciri khasnya: datangi booth pameran atau toko dengan ekspresi manis dan sopan, tapi tidak ada tindak lanjut pembelian.

·         ROTASI (Rombongan Tanpa Transaksi)

Ini adalah puncak dari semua kelompok di atas kelompok yang datang, muter-muter, banyak interaksi, tapi tak satu pun transaksi dilakukan. Sekadar hiburan atau pelarian dari penatnya hidup?

·         ROSALI (Rombongan Suka Selfie)

Tipe ini menjadikan mall atau kafe sebagai latar foto. Belanja? Nanti dulu, yang penting feeds Instagram update!

·         ROCADOH (Rombongan Cari Jodoh)

Biasanya nongkrong di kafe, pamer gaya, dan berharap ketemu si dia. Mall jadi arena pencarian cinta.

·         ROCUTA (Rombongan Cuci Mata)

Aktivitas utama: melihat barang-barang keren, mencoba tester parfum atau makeup, dan membayangkan “kalau punya uang, pasti beli.”

·         ROMUSA (Rombongan Muka Susah)

Tipe ini terlihat lesu saat masuk toko. Sekadar jalan-jalan tanpa tujuan, bisa jadi pelarian dari tekanan ekonomi atau rutinitas hidup.

Fenomena Sosial Ekonomi

Kemunculan istilah-istilah ini mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik-baik saja. Inflasi, kenaikan harga barang pokok, dan stagnasi pendapatan menjadi penyebab banyak orang akhirnya hanya bisa "window shopping" tanpa berani bertransaksi.

Di sisi lain, istilah-istilah ini juga jadi pengingat bahwa geliat ekonomi tak lepas dari psikologi konsumen. Daya beli rendah mencerminkan urgensi bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan ekonomi inklusif, memperluas lapangan kerja, dan menjaga kestabilan harga.

Kamu Termasuk yang Mana?

Apakah kamu ROJALI yang cuma mampir tanpa belanja? Atau mungkin kamu ROMANSA yang manis senyum aja ke penjual? Yang jelas, di tengah tantangan ekonomi, humor dan kreativitas netizen tetap jadi penyegar yang tak pernah gagal membuat kita tersenyum.

Yuk, tag teman kamu yang cocok jadi ROCEGA atau ROCUTA!

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement