TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar ajang bertajuk Semarak Kemerdekaan: Suara Santri untuk Negeri.
Kegiatan yang memperebutkan Piala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya ini ditujukan bagi santri dan santriwati pondok pesantren serta santri aktif dari Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Tasikmalaya.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag ingin menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda pesantren melalui berbagai perlombaan yang edukatif dan inspiratif.
Tiga Cabang Lomba Bernuansa Kebangsaan
Dalam pelaksanaannya, panitia menyiapkan tiga kategori perlombaan yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan, yaitu:
1. Lomba Pembacaan Teks Proklamasi untuk santri pondok pesantren.
2. Lomba Pembacaan Teks UUD 1945 untuk santri pondok pesantren.
3. Lomba Hafalan Teks Pancasila untuk santri LPQ dan MDT.
Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Fajri Adi Nugraha mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi Kemenag dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para santri.
Menurutnya, perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui pendidikan, penguatan karakter, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Inilah perjuangan kita hari ini, bukan lagi mengangkat senjata, tetapi menghidupkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan, menuntut ilmu, membangun akhlak, dan mengabdi untuk negeri,” ujar Fajri kepada NewsTasikmalaya.com, Kamis (13/8/2026).
Menumbuhkan Nasionalisme di Kalangan Santri
Fajri menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Melalui kegiatan ini, Kemenag berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.
Ia pun menyampaikan harapannya agar para santri terus menjadi bagian dari generasi penerus yang mampu menjaga persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
“Dari madrasah, pesantren, dan tangan-tangan generasi penerus bangsa, kami menitipkan harapan besar untuk Indonesia. Inilah suara kami, suara santri untuk negeri. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, merdeka, merdeka, merdeka,” ungkapnya.
Pendaftaran Dibuka Hingga 19 Agustus 2026
Panitia menetapkan bahwa peserta lomba harus merupakan santri atau santriwati yang masih aktif di pesantren, LPQ, maupun MDT yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Sebagai syarat administrasi, peserta diwajibkan melampirkan kartu tanda santri atau surat keterangan aktif dari lembaga pendidikan tempat mereka belajar.
Pendaftaran sekaligus pengumpulan video lomba telah dibuka sejak 7 Agustus 2026 dan akan berakhir pada 19 Agustus 2026. Selanjutnya, proses penilaian oleh dewan juri akan dilaksanakan pada 20–21 Agustus 2026, sedangkan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 22 Agustus 2026.
Selain mendapatkan trofi, para pemenang juga akan menerima sertifikat penghargaan dari panitia penyelenggara.
Melalui ajang Suara Santri untuk Negeri, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh di kalangan santri sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak, berwawasan kebangsaan, dan siap berkontribusi untuk Indonesia.