TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Teka-teki identitas pengemudi yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Daihatsu Sigra di Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026) pagi, akhirnya terungkap. Korban dipastikan merupakan anggota Polri aktif yang bertugas di jajaran Polres Banjar.
Korban diketahui bernama Bripka Budi Akbar Permana, yang menjabat sebagai Banit Unit Reskrim Polsek Langensari, Polres Banjar. Kepastian ini menyusul unggahan resmi ucapan duka cita dari akun media sosial Polres Banjar Polda Jabar pada hari yang sama.
Jenazah korban ditemukan di dalam mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi Z 1219 MJ yang terparkir di jalur dua Jalan HZ Mustofa. Menurut keterangan saksi, kendaraan tersebut sudah terlihat terparkir di bahu jalan sejak Rabu (29/4/2026) sore.
Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh warga yang sedang berolahraga pagi di sekitar lokasi. Petugas gabungan dari Polres Tasikmalaya Kota, Polsek Cihideung, hingga tim medis RSUD dr. Soekardjo segera mendatangi TKP setelah menerima laporan tersebut.
Saat proses evakuasi dilakukan oleh Tim Identifikasi Sat Reskrim, kondisi tubuh korban dilaporkan sudah mulai mengalami pembengkakan. Petugas kemudian membawa jenazah ke kamar mayat RSUD dr. Soekardjo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pamapta III Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Ian Budi, membenarkan proses evakuasi tersebut. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian Bripka Budi Akbar Permana.
“Benar, kami sudah melakukan cek ke TKP dan mengevakuasi korban. Untuk perkembangan selanjutnya mengenai penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan,” ujar Ipda Ian Budi di lokasi kejadian.
Keluarga besar Polres Banjar menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Bripka Budi Akbar Permana. Doa dan dukungan mengalir bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.
“Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis pernyataan resmi Polres Banjar.
Kematian mendadak anggota Reskrim ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di kawasan HZ Mustofa mengalami perlambatan akibat kerumunan warga yang penasaran di sekitar lokasi evakuasi.