TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menghadiri acara Roadshow Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Priangan di Gedung Pusat Promosi Kerajinan Industri Kreatif (PPIK), Kecamatan Cibeureum, Selasa (11/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Diky menekankan pentingnya mempertahankan posisi Kota Tasikmalaya sebagai pusat dan sentra berbagai produk kerajinan, termasuk kerajinan berbasis bahan baku bambu.
"Jadi ini harus ada notulen, harus tersampaikan kepada pimpinan agar ada excellent plan ke depannya. Di mana, Kota Tasik adalah sentra untuk beragam kerajinan termasuk masalah bambu," ujar Diky kepada wartawan.
Diky mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya tengah merencanakan program penanaman pohon bambu bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini merupakan upaya pengembangan potensi arboretum bambu di Kota Tasikmalaya.
"Tadi sudah disampaikan bahwa ada potensi di situ. Ada potensi nanti akan ada arboretum yang sedikit banyaknya akan menjadi tempat atau sarana untuk wisata pendidikan khususnya bambu," ucapnya.
Lebih lanjut, Diky menyoroti kondisi industri kerajinan bambu di Tasikmalaya yang saat ini mulai mengalami kelangkaan bahan baku. Bahkan, sejumlah perajin di kawasan Situ Beet terpaksa mendatangkan pasokan bambu dari wilayah kabupaten tetangga.
"Di Situ Beet sekarang sudah mulai susah, karena harus ngambil dari kabupaten dan yang lainnya. Makanya diharapkan ada penanaman bambu, dan sudah diusulkan ke provinsi dan mudah-mudahan segera mungkin," ungkap Diky.
Mengenai Rencana Penanaman Pohon Bambu Tersebut, Diky menyebut Penanaman Ditargetkan Mulai Bergulir Pada Bulan Ini. Pihaknya Juga Telah Mengusulkan Tiga Opsi Lokasi Kepada Pemprov Jabar.
"Rencana penanaman pohon bulan ini, lokasinya masih ada pilihan. Saya belum bisa memastikan, karena yang menentukan lokasi itu dari pihak provinsi. Tapi kita sudah memberikan tiga setidaknya, dan sudah diajak mereka ke tiga titik itu," jelasnya.
"Sementara ada satu titik yang kemungkinan mereka pilih tapi belum fix. Nanti ada tahapannya," tambah Diky.
Melalui program penanaman bambu ini, Diky berharap pasokan bahan baku lokal bagi para perajin dapat kembali melimpah, sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya terus berkembang.