TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Program Studi (Prodi) S1 Desain Produk Industri (DPI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya kembali bersiap menyelenggarakan pameran tahunan bertajuk Predictive Vol 3. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, gelaran tahun ini resmi mengusung tingkatan internasional dan bakal diselenggarakan pada 10–11 Oktober 2026 di Gedung Creativ Center (GCC) Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya.
Sebagai pembuka menuju agenda utama, panitia menggelar acara pra-event C-REX (Creativity in Motion, Exploration in Action Festival) pada Senin (24/8/2026).
Ketua Divisi Acara, Airin Putri Zharifah, menuturkan bahwa acara C-REX memamerkan gambaran awal produk-produk inovatif karya mahasiswa yang nantinya dipajang pada pameran utama. Rangkaian acara pra-event diisi dengan pameran mini, pemaparan materi strategi masuk kampus, sosialisasi try out, konferensi pers, lokakarya (workshop), photobooth, Rhythm to Runway, hingga DPI Corner.
"Dan produk yang kita tampilkan ini berbagai macam dari mulai limbah, mengolah bentuk bambu irata," ujar Airin kepada wartawan, Senin (24/8/2026).
Airin menambahkan, C-REX turut berkolaborasi dengan pameran sejarah bordir khas Tasikmalaya, salah satunya melalui pemanfaatan limbah kain perca guna mengedukasi masyarakat mengenai pengolahan sampah kain.
"Dan ada workshop kain perca untuk yang awal tidak bisa dijual menjadi daya jual. Dan di hari ini ada pematerian tentang portofolio desain dan banyak peserta dari SMA mengedukasi cara membuat portofolio," paparnya.
Pameran Predictive Vol 3 mendatang terbuka untuk umum dengan menampilkan beragam karya hasil studi mahasiswa S1 DPI UPI Kampus Tasikmalaya. Acara tersebut bakal dimeriahkan dengan Try Out, pendampingan portofolio, perlombaan, workshop, serta side activity.
Mengusung tema "Beyond the Object: Design as a Living Education", Predictive Vol 3 menekankan bahwa karya desain tidak sekadar benda fisik, melainkan media pembelajaran yang memiliki nilai kemanusiaan, cerita proses, dan kepedulian lingkungan.
"Tema ini dipilih untuk menunjukkan bahwa desain dapat menjadi media pembelajaran yang terus berkembang. Menghadirkan pengetahuan, kepedulian, serta perspektif baru bagi masyarakat melalui karya yang diciptakan," jelas Airin.
Kegiatan ini sejalan dengan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Sementara itu, Direktur UPI Kampus Tasikmalaya, Prof. Dr. Heri Yusup, M.Pd., mengapresiasi tinggi konsistensi penyelenggaraan pameran tahunan yang telah memasuki edisi keempat tersebut. Menurutnya, acara ini menjadi ajang penyatuan visi universitas dan pemerintah daerah dalam bidang pemberdayaan masyarakat serta hilirisasi produk akademis berbasis kurikulum.
"Karena program ini dirancang bagaimana desain produk-produk yang dihasilkan oleh para mahasiswa ataupun dosen, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sehingga mereka bisa nilai jualnya lebih baik lagi, lebih tinggi lagi, dan bisa ekspor," ungkap Heri.
Ia membeberkan, beberapa karya cipta mahasiswa UPI Tasikmalaya bahkan telah berhasil menembus pasar internasional.
"Dan ada beberapa yang memang program mahasiswa yang sudah bisa ekspor di kita, salah satunya adalah program pembuatan perhiasan yang berasal dari resin dan sudah dirancang untuk ekspor ke Malaysia," sambung Heri.
Pameran internasional Predictive Vol 3 ini diselenggarakan atas kolaborasi UPI Kampus Tasikmalaya bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tasikmalaya, di antaranya Disporabudpar, Dinas KUMK Perindag, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI).