TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai mengambil langkah tegas dalam menata kawasan Kompleks Olahraga Dadaha. Tim Penataan Kawasan Dadaha bergerak menertibkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang area jogging track Stadion Wiradadaha guna mengembalikan fungsi utamanya sebagai ruang publik olahraga.
Ketua Tim Penataan Kawasan Dadaha yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) III Kota Tasikmalaya, Asep MP, menegaskan bahwa seluruh tahapan sosialisasi serta pendekatan persuasif kepada para pedagang telah rampung dilaksanakan.
"Pemkot Tasikmalaya sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan dan imbauan resmi kepada seluruh PKL yang berjualan di seputaran jogging track. Kami memberi tenggat waktu pengosongan mandiri hingga Selasa, 25 Agustus 2026," ujar Asep MP, Senin (24/8/2026) sore.
Guna mempertegas aturan penataan tersebut, Pemkot Tasikmalaya bersama OPD pengelola dan instansi terkait telah memasang 10 titik spanduk imbauan dan larangan berjualan mengelilingi lintasan jogging track sepanjang kurang lebih 500 meter.
"Pemasangan 10 titik spanduk ini merupakan penegasan Zona Merah steril PKL. Kami rancang agar seluruh pelaku usaha maupun pengunjung dapat membaca dan memahami batas ketentuan secara jelas," paparnya.
Puncak dari aksi penataan ini adalah pelaksanaan Operasi Penertiban Terpadu yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (26/8/2026). Tim gabungan yang diturunkan melibatkan personel Satpol PP, Dishub, Disporabudpar/UPTD Dadaha, BPBD, DPUTR, Disperkim, DLH, hingga unsur kewilayahan dari Kecamatan Tawang, Cihideung, Kelurahan Nagarawangi, dan Kahuripan.
Asep menegaskan bahwa operasi terpadu ini bertujuan memastikan area jogging track benar-benar bersih dari aktivitas perdagangan maupun material lapak liar. Kendati demikian, Pemkot Tasikmalaya tidak mematikan mata pencaharian warga, melainkan memindahkannya ke tempat yang sesuai.
"Kami tidak melarang masyarakat mencari nafkah. Aktivitas perdagangan sudah kami siapkan di lokasi relokasi atau shelter resmi yang ditentukan. Jogging track adalah ruang publik mutlak untuk berolahraga dan berjalan kaki," tegas Asep.
Penataan jogging track Stadion Wiradadaha ini menjadi tahap awal dari program revitalisasi menyeluruh Kompleks Dadaha. Ke depan, Pemkot Tasikmalaya bakal menata kawasan tersebut secara bertahap agar kembali pada fungsi aslinya sebagai pusat olahraga, seni budaya, pariwisata, ruang terbuka hijau, hingga wahana edukasi.
"Kami mohon dukungan seluruh lapisan masyarakat demi terwujudnya Kawasan Dadaha yang tertib, asri, dan membanggakan bagi Kota Tasikmalaya," pungkasnya.