Ikuti Kami :

Disarankan:

Hari Jadi ke-23 Kota Banjar Digelar Sederhana, Pawai Alegoris Diganti Parade Seni Budaya

Minggu, 01 Februari 2026 | 20:45 WIB
Watermark
Hari Jadi ke-23 Kota Banjar Digelar Sederhana, Pawai Alegoris Diganti Parade Seni Budaya. Foto: dok. NewsTasikmalaya.com/Budiana Martin

Peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, Jawa Barat, tahun 2026 digelar dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Banjar memutuskan untuk meniadakan pawai alegoris dan menggantinya dengan parade seni budaya yang lebih sederhana namun tetap sarat makna.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, Jawa Barat, tahun 2026 digelar dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Banjar memutuskan untuk meniadakan pawai alegoris dan menggantinya dengan parade seni budaya yang lebih sederhana namun tetap sarat makna.

Biasanya, perayaan hari jadi Kota Banjar diramaikan dengan pawai alegoris yang melintasi Jalan Letjen Suwarto dan melibatkan banyak peserta dari berbagai desa dan kelurahan. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah menyesuaikan format kegiatan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Tatang Heryanto, mengatakan parade seni budaya akan dipusatkan di kawasan Sport Center Langensari pada 12 Februari 2026.

“Tahun ini konsepnya berbeda. Kita tidak menggelar pawai alegoris, melainkan parade seni budaya unggulan dari masing-masing kecamatan,” ujar Tatang kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

Parade seni budaya tersebut akan melibatkan perwakilan dari empat kecamatan di Kota Banjar, yakni Banjar, Pataruman, Langensari, dan Purwaharja. Selain itu, dua kontingen dari luar daerah juga dijadwalkan turut memeriahkan acara.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, setiap kecamatan hanya mengirimkan satu kontingen. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.

“Kalau dulu bisa melibatkan semua desa dan kelurahan, sekarang karena keterbatasan anggaran, satu kecamatan hanya mengirim satu kontingen,” jelasnya.

Masing-masing kecamatan akan menampilkan kesenian khas daerahnya. Kecamatan Banjar dijadwalkan menampilkan seni Manuk Janur, Kecamatan Pataruman dengan Jurig Sarengseng, Kecamatan Langensari menghadirkan Kuda Lumping, sementara Kecamatan Purwaharja menampilkan Wayang Geugeus.

Menurut Tatang, perubahan konsep perayaan ini merupakan langkah realistis di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas. Pemerintah Kota Banjar memilih fokus pada pelestarian seni budaya unggulan agar peringatan hari jadi tetap berjalan bermakna.

“Anggaran yang tersedia sangat minim, jadi kami memaksimalkan potensi seni budaya yang ada di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Meski digelar secara lebih sederhana, pemerintah berharap parade seni budaya tetap menjadi sarana apresiasi bagi para pelaku seni sekaligus upaya menjaga dan melestarikan tradisi lokal di tengah masyarakat.

“Kami ingin momentum hari jadi Kota Banjar tetap berkesan, dengan menonjolkan identitas dan kekayaan budaya daerah,” pungkas Tatang.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement