Ikuti Kami :

Disarankan:

Hari Kedua Pencarian, Pria yang Terjun dari Jembatan Cirahong Ditemukan Meninggal di Leuwi Patat Ciamis

Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:38 WIB
Watermark
Hari Kedua Pencarian, Pria yang Terjun dari Jembatan Cirahong Ditemukan Meninggal di Leuwi Patat Ciamis.

Operasi kemanusiaan berskala besar yang digelar oleh Tim SAR gabungan untuk mencari pria berinisial W (warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya) yang meloncat dari Jembatan Cirahong akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari kedua pencarian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (23/5/2026) siang.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Operasi kemanusiaan berskala besar yang digelar oleh Tim SAR gabungan untuk mencari pria berinisial W (warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya) yang meloncat dari Jembatan Cirahong akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari kedua pencarian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (23/5/2026) siang.

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh petugas sekira pukul 10.33 WIB setelah mengapung di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di kawasan perairan Leuwi Patat. Lokasi penemuan tersebut diperkirakan masuk ke dalam wilayah administratif Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan perihal keberhasilan penemuan jasad korban dugaan bunuh diri yang sempat menggegerkan wilayah perbatasan Tasikmalaya–Ciamis tersebut.

“Ya, benar. Pada hari kedua operasi pencarian intensif ini, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan korban yang diduga mengakhiri hidup dengan cara meloncat dari Jembatan Cirahong. Tim menemukan jasadnya mengambang di sekitar Leuwi Patat,” ujar Ani Supiani saat memberikan konfirmasi di lokasi, Sabtu (23/5/2026).

Ani membeberkan, derasnya karakteristik arus bawah Sungai Citanduy pasca-diguyur hujan pada Jumat sore kemarin menjadi faktor utama tubuh korban bergeser cukup jauh dari lokasi awal jatuhnya korban.

“Kondisi debit air dan arus sungai yang cukup kuat membuat tubuh korban terseret dari titik awal kejadian di tengah jembatan. Jarak antara lokasi penemuan di Linggasari ini diperkirakan mencapai kurang lebih tiga kilometer dari Jembatan Cirahong,” kata Ani.

Mengingat terjalnya topografi tebing pembatas sungai di sekitar lokasi penemuan, proses evakuasi kantong jenazah sempat berjalan dramatis dan membutuhkan perhitungan taktis yang matang dari para relawan SAR.

Demi keselamatan kru dan mempertimbangkan mitigasi risiko medan yang ekstrem, tim gabungan memutuskan untuk tidak membawa jasad korban naik ke arah daratan wilayah Manonjaya (Tasikmalaya). Petugas memilih mengalihkan jalur evakuasi ke titik landai yang dinilai jauh lebih representatif.

“Kondisi korban saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Proses evakuasi langsung kami laksanakan. Karena medan di lapangan tidak memungkinkan untuk ditarik ke arah atas wilayah Tasikmalaya, maka jenazah kami bawa menyeberang ke sisi sini (Ciamis) karena titik yang paling aman dan landai berada di Leuwi Bulak Biru,” jelas Ani mendetail.

Dengan ditemukannya jasad korban W, operasi SAR gabungan lintas wilayah yang melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD Kabupaten Ciamis, BPBD Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Tagana, beserta relawan masyarakat secara resmi dinyatakan ditutup. Selanjutnya, jenazah korban dibawa menuju fasilitas medis terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement