TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 pada tahun 2026 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat dan nilai-nilai koperasi di Kota Tasikmalaya.
Kota yang memiliki sejarah sebagai lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada tahun 1947 itu kini bersiap melakukan revitalisasi kawasan bersejarah Tugu Koperasi.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya, Sofian Zaenal Mutaqien, mengatakan rangkaian peringatan Harkopnas tahun ini akan diawali dengan menghadiri puncak peringatan nasional yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.
"Kami akan menghadiri puncak peringatan Harkopnas di Indonesia Arena, Jakarta. Setelah itu, di Kota Tasikmalaya juga akan dilaksanakan apel yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional," ujar Sofian saat ditemui di Kecamatan Bungursari, Sabtu (11/7/2026).
Menteri Koperasi Dijadwalkan Hadir di Tasikmalaya
Sofian mengungkapkan, Kota Tasikmalaya akan menjadi salah satu pusat perhatian dalam rangkaian Harkopnas 2026. Pasalnya, Menteri Koperasi Republik Indonesia dijadwalkan hadir pada 26 Juli 2026 untuk melakukan peletakan batu pertama revitalisasi kawasan Tugu Koperasi yang menjadi simbol sejarah lahirnya gerakan koperasi nasional.
Menurutnya, revitalisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan pusat edukasi dan pengembangan ekonomi berbasis koperasi serta UMKM.
"Nanti tanggal 26 Juli Menteri Koperasi dijadwalkan datang ke Kota Tasikmalaya untuk peletakan batu pertama revitalisasi Tugu Koperasi. Ke depan kawasan tersebut akan dikembangkan, bahkan direncanakan menjadi museum yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus pengembangan ekonomi koperasi dan UMKM," jelasnya.
Kota Tasikmalaya Miliki Sekitar 400 Koperasi
Berdasarkan data Dinas KUMKM Perindag, saat ini terdapat sekitar 400 koperasi yang terdaftar di Kota Tasikmalaya. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 120 koperasi yang telah melaksanakan dan melaporkan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Menurut Sofian, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan koperasi agar tetap menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
"Koperasi masih menjadi sokoguru atau pilar utama ekonomi masyarakat. Memang ada sejumlah koperasi yang tidak lagi aktif, tetapi di sisi lain juga banyak koperasi baru yang mulai tumbuh dan berkembang," katanya.
Ia menilai perhatian pemerintah pusat terhadap sektor koperasi saat ini menjadi peluang besar untuk membangkitkan kembali peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Kembalikan Ruh Koperasi Berbasis Gotong Royong
Sofian menegaskan bahwa semangat yang ingin dibangun melalui peringatan Harkopnas dan revitalisasi Tugu Koperasi adalah mengembalikan ruh koperasi yang sesungguhnya, yakni mengedepankan nilai kebersamaan dan gotong royong.
Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkeadilan.
"Kami ingin mengembalikan ruh koperasi yang sebenarnya. Koperasi bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi menjadi sokoguru ekonomi yang mengedepankan semangat gotong royong dan kebersamaan. Karena itu, kami mengangkat kembali sejarah Kongres Koperasi Pertama Indonesia yang pernah berlangsung di Kota Tasikmalaya," tegasnya.
Revitalisasi kawasan Tugu Koperasi diharapkan menjadi simbol kebangkitan gerakan koperasi sekaligus memperkuat identitas Kota Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan koperasi di Indonesia.