JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan lima bendungan baru serta keberhasilan implementasi program Biodiesel B50 menjadi bukti nyata kerja keras pemerintah dalam mengelola kekayaan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang lebih makmur, mandiri, dan berdaulat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Presiden mengaitkan pembangunan infrastruktur sumber daya air dengan keberhasilan pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui implementasi Biodiesel B50 yang sehari sebelumnya resmi diluncurkan.
Menurut Prabowo, kedua program tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal.
Investasi Bendungan Capai Rp9,79 Triliun
Presiden menjelaskan, lima bendungan yang diresmikan tersebut merupakan investasi strategis negara dengan nilai mencapai Rp9,79 triliun.
Keberadaan bendungan diharapkan mampu mendukung kebutuhan irigasi pertanian, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga memperkuat ketahanan air nasional di berbagai daerah.
"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini merupakan investasi negara sebesar Rp9,79 triliun. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun fondasi yang kuat untuk masa depan Indonesia," ujar Prabowo.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur air memiliki peran penting dalam mendukung swasembada pangan yang saat ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan B50
Selain meresmikan bendungan, Presiden juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan program Biodiesel B50 yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mampu memproduksi bahan bakar diesel berbasis minyak sawit dengan campuran 50 persen.
Prabowo menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak sejarah dalam perjalanan menuju kemandirian energi nasional.
"Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah. Saya meresmikan peluncuran B50. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang mampu membuat solar dari tanaman nabati, yaitu kelapa sawit. Saat ini 50 persen solar kita berasal dari kelapa sawit," katanya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Presiden, tidak terlepas dari keberanian pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis meski sebelumnya mendapat berbagai keraguan dan penolakan.
"Dulu ketika kita mulai, banyak yang meragukan. Ada yang mengatakan tidak bisa, nanti mesin rusak, nanti pabrikan tidak mau memberikan dukungan. Tetapi hari ini kita membuktikan bahwa Indonesia mampu," tegasnya.
Hemat Rp170 Triliun, Impor Solar Mulai Dihentikan
Presiden mengungkapkan bahwa implementasi B50 akan memberikan dampak besar bagi perekonomian nasional karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar solar.
Bahkan, program tersebut diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp170 triliun setiap tahun.
"Ini prestasi besar bagi bangsa Indonesia. Kita menjadi negara pertama yang berani menerapkan B50 dan berhasil melaksanakannya. Dengan B50, kita mulai menghentikan impor solar dari luar negeri dan berpotensi menghemat sekitar Rp170 triliun setiap tahun," ungkapnya.
Menurut Prabowo, penghematan tersebut dapat dialihkan untuk mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Efisiensi dan Pemberantasan Korupsi Jadi Kunci
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor energi merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ia menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, dan bebas dari praktik korupsi agar lebih banyak anggaran negara dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
"Yang kita perjuangkan adalah kemakmuran rakyat Indonesia. Caranya dengan mengurangi, bahkan kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara," tegasnya.
Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor pangan, energi, dan sumber daya air sebagai fondasi utama menuju Indonesia maju.
Komitmen Bangun Indonesia yang Mandiri
Melalui pembangunan bendungan, penguatan ketahanan energi melalui B50, serta kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Presiden optimistis langkah-langkah tersebut akan mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri secara pangan, energi, dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok negeri.
Sebagaimana dilansir dari laman resmi Presiden Republik Indonesia, pembangunan infrastruktur strategis dan penguatan kemandirian energi akan terus menjadi fokus pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia yang makmur dan berdaulat.