Ikuti Kami :

Disarankan:

Inovasi AJAIB PISAN Puskesmas Pataruman 2 Berhasil Tekan Angka Stunting di Kota Banjar

Senin, 11 Mei 2026 | 11:07 WIB
Inovasi AJAIB PISAN Puskesmas Pataruman 2 Berhasil Tekan Angka Stunting di Kota Banjar
Inovasi AJAIB PISAN Puskesmas Pataruman 2 Berhasil Tekan Angka Stunting di Kota Banjar. Foto: banjarkota.go.id/

BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga lewat upaya promotif dan preventif.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga lewat upaya promotif dan preventif.

Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan yakni program AJAIB PISAN atau Ajak Ibu Plotting Indikator Status Gizi Anak, sebagai langkah nyata dalam menekan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Pataruman 2, Kota Banjar.

Melansir laman banjarkota.go.id, Senin (11/5/2026) program tersebut lahir sebagai respons atas tingginya angka stunting di wilayah tersebut pada tahun 2023 yang mencapai 11,6 persen.

Melalui inovasi AJAIB PISAN, para ibu bayi dan balita yang datang ke Posyandu diajak secara langsung untuk menentukan status gizi anaknya bersama petugas kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibu mengenai kondisi gizi anak, sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak setiap bulan.

Dalam pelaksanaannya, ibu bayi dan balita tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi ikut terlibat aktif dalam proses plotting atau penentuan status gizi anak, baik kategori normal, stunting, gizi kurang maupun gizi lebih.

Pendekatan tersebut dinilai efektif karena hasil penentuan status gizi bukan semata keputusan tenaga kesehatan, melainkan hasil kerja sama antara ibu dan petugas kesehatan.

Dengan metode itu, ketika ditemukan anak dengan kondisi stunting, orang tua tidak merasa dihakimi atau divonis, tetapi justru termotivasi untuk melakukan perbaikan status gizi anaknya.

Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pendekatan edukatif dan psikologis kepada ibu dan keluarga terkait pola asuh, pemenuhan asupan gizi, kesehatan lingkungan, hingga langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.

Puskesmas Pataruman 2 menegaskan bahwa stunting bukan kondisi yang tidak dapat diatasi, melainkan dapat dicegah melalui keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat.

Alhasil, inovasi yang mulai dijalankan sejak tahun 2023 tersebut menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Berdasarkan data Puskesmas Pataruman 2, angka stunting yang semula berada di angka 11,6 persen pada tahun 2023 berhasil turun menjadi 7,2 persen pada tahun 2024. Penurunan kembali terjadi pada tahun 2025 menjadi 4,7 persen.

Pihak Puskesmas Pataruman 2 pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan inovasi tersebut.

Diharapkan, inovasi AJAIB PISAN dapat terus membantu percepatan penurunan kasus stunting, tidak hanya di wilayah kerja Puskesmas Pataruman 2, tetapi juga secara umum di Kota Banjar.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement