Ikuti Kami :

Disarankan:

Inspirasi dari Cihaurbeuti: Sotong Queen Berdayakan Ibu Rumah Tangga, Raih Omzet Hingga Rp80 Juta Per Minggu

Rabu, 29 April 2026 | 15:54 WIB
Inspirasi dari Cihaurbeuti: Sotong Queen Berdayakan Ibu Rumah Tangga, Raih Omzet Hingga Rp80 Juta Per Minggu
Inspirasi dari Cihaurbeuti: Sotong Queen Berdayakan Ibu Rumah Tangga, Raih Omzet Hingga Rp80 Juta Per Minggu. Foto: Febrian Libelvalen.

Di tengah ketatnya persaingan industri kuliner, sebuah pabrik camilan ringan di Dusun Desa, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, berhasil membuktikan bahwa usaha lokal mampu memberikan dampak sosial yang signifikan. Usaha bernama Sotong Queen ini tak hanya sukses di pasar, tapi juga menjadi tumpuan ekonomi bagi puluhan ibu rumah tangga di sekitarnya.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Di tengah ketatnya persaingan industri kuliner, sebuah pabrik camilan ringan di Dusun Desa, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, berhasil membuktikan bahwa usaha lokal mampu memberikan dampak sosial yang signifikan. Usaha bernama Sotong Queen ini tak hanya sukses di pasar, tapi juga menjadi tumpuan ekonomi bagi puluhan ibu rumah tangga di sekitarnya.

Pemilik Sotong Queen, Yati Suryati (41), mengungkapkan bahwa unit usahanya memproduksi dua jenis camilan populer, yakni sotong (olahan tepung tapioka dan terigu) serta tahu bulat. Sejak merintis usaha pada akhir 2019, Yati memang memiliki visi untuk menciptakan lapangan kerja khusus bagi kaum perempuan di lingkungannya.

“Kebanyakan pegawai di sini ibu-ibu karena cita-cita saya dari dulu pengen memberdayakan mereka. Alhamdulillah, sekarang tetangga dan warga satu desa bisa punya penghasilan tambahan di sini,” ujar Yati saat ditemui di lokasi produksi, Rabu (29/4/2026).

Meski teknologi mesin sudah marak, Yati sengaja mempertahankan proses produksi secara manual. Mulai dari tahap pencetakan hingga pengemasan (packing), seluruhnya melibatkan tangan terampil para ibu rumah tangga. Strategi ini ia ambil guna memastikan lebih banyak peluang kerja yang tercipta bagi masyarakat sekitar.

Produk Sotong Queen kini telah menembus pasar Jabodetabek melalui jaringan agen dan pedagang. Menariknya, Yati memperlakukan para mitranya bukan sekadar rekan bisnis, melainkan bagian dari keluarga besar.

“Saya tidak mematok syarat yang kaku ke agen. Saya menganggap mereka keluarga, jadi komunikasi dan kerja samanya jauh lebih enak,” katanya.

Berkat konsistensi kualitas dan jejaring yang luas, Sotong Queen mampu meraup omzet kotor yang fantastis. Dalam kondisi pasar yang ramai, omzet per pekan bisa menembus angka Rp80 juta, sementara pada kondisi stabil berkisar antara Rp70 juta hingga Rp71 juta per minggu.

Meski demikian, Yati mengaku saat ini sedang menghadapi tantangan berat akibat lonjakan harga bahan baku, terutama plastik kemasan yang harganya naik hampir dua kali lipat.

“Harga plastik kemasan sotong naik dari Rp27 ribu menjadi Rp51 ribu per kilogram. Ini tantangan besar bagi biaya produksi kami,” keluh Yati.

Namun, demi menjaga loyalitas pelanggan dan kelangsungan usaha para pedagang kecil yang menjadi mitranya, Yati memilih untuk tidak menaikkan harga jual produknya. Saat ini, sotong dibanderol mulai Rp1.900 per pack (isi 10) dan tahu bulat Rp9.500 per pack (isi 50).

Menatap masa depan, Yati berencana untuk segera merambah pasar digital. Saat ini, skema penjualan online tengah dimatangkan agar jangkauan produk asal Cihaurbeuti ini semakin luas.

“Jualan online sedang kami rencanakan. Mudah-mudahan cepat terealisasi agar usaha ini terus berjalan dan ibu-ibu di sini tetap memiliki penghasilan yang stabil,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement