TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Jasad Tata Hendro (45) alias Ki Danu, korban pembacokan maut di Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, diberangkatkan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung pada Rabu (19/8/2026) sore sekira pukul 16.50 WIB.
Pengiriman jasad korban dilakukan untuk kepentingan autopsi medis guna melengkapi berkas penyidikan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Jenazah dibawa menggunakan armada ambulans Dokpol Polres Tasikmalaya Kota dengan pendampingan tim forensik Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya serta pengawalan ketat dari Tim Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Petugas Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo, Dona Dermawan, bersama Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Aiptu Dede Nurjalil, membenarkan keberangkatan tim menuju Bandung.
"Kami berangkat ke Bandung membawa jasad korban. Rencananya jasad akan diautopsi di RS Bhayangkara Sartika Asih," ujar Dona singkat sebelum bertolak dari RSUD dr. Soekardjo, Rabu (19/8/2026).
Sebelumnya, insiden pembacokan yang merenggut nyawa Tata Hendro pada Rabu pagi sempat menggemparkan warga Karangjaya. Terduga pelaku berinisial E (35) alias Ayi nekad membacok korban hingga tewas di lokasi lantaran emosi melihat sang ayah, Sanusi, mengalami luka memar di wajah usai terlibat perkelahian fisik dengan korban.
Perkelahian antara korban dan ayah terduga pelaku diduga dipicu oleh perselisihan paham mengenai perbatasan tanah.
Terduga pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pengurus usaha tahu bulat di Bandung tersebut sedang berada di kampung halaman untuk mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI. Usai kejadian, pelaku tidak melarikan diri dan langsung diamankan aparat kepolisian ke Mapolres Tasikmalaya Kota beserta barang bukti sebilah golok.