Ikuti Kami :

Disarankan:

Kapolres Ciamis Perkuat Swasembada Pangan Melalui Pertanian Tumpang Sari di Sindangkasih

Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB
Kapolres Ciamis Perkuat Swasembada Pangan Melalui Pertanian Tumpang Sari di Sindangkasih
Kapolres Ciamis Perkuat Swasembada Pangan Melalui Pertanian Tumpang Sari di Sindangkasih. Foto: Istimewa

Upaya mengubah lahan tadah hujan yang selama ini kurang produktif terus dilakukan di Kabupaten Ciamis.

CIAMIS, NewsTasikmaya.com — Upaya mengubah lahan tadah hujan yang selama ini kurang produktif terus dilakukan di Kabupaten Ciamis. Polres Ciamis bersama Kelompok Tani Satria Perkasa mengembangkan pola pertanian tumpang sari dengan menanam bawang merah, jahe gajah, cabai rawit dan jagung dalam satu kawasan lahan di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih.

Program tersebut ditandai dengan penanaman benih bawang merah yang dilakukan langsung Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah bersama para petani, Kamis (21/5/2026). Lahan seluas dua hektare yang sebelumnya hanya mengandalkan air hujan kini mulai dimanfaatkan untuk sektor pertanian produktif.

Konsep tumpang sari dipilih karena dinilai mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan. Dalam satu hamparan, petani menanam beberapa komoditas sekaligus agar nilai ekonomi yang dihasilkan lebih tinggi.

Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah mengatakan, kolaborasi antara kepolisian dan kelompok tani tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita sama-sama menyaksikan hari ini penanaman benih bawang yang akan kita tumpang sari-kan dengan jahe, cabai rawit dan jagung sehingga nanti hasilnya diharapkan lebih meningkat,” ujar Hidayatullah.

Ia menjelaskan, saat ini penanaman bawang merah baru dilakukan di lahan seluas dua hektare. Namun ke depan, program tersebut ditargetkan berkembang hingga mencapai empat hektare.

“Untuk bawang sendiri saat ini baru ditanam sekitar dua hektar dan ke depan akan kita kembangkan menjadi 4 hektar,” katanya.

Menurut Hidayatullah, pemanfaatan lahan tadah hujan menjadi area pertanian produktif dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, program tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Satria Perkasa, Endang Ridwan, mengaku dukungan dari Polres Ciamis menjadi suntikan semangat bagi para petani untuk terus mengembangkan lahan pertanian di wilayahnya.

“Dengan bergabungnya Pak Kapolres dan jajaran ke kelompok tani kami, Alhamdulillah menambah semangat untuk menanam di sini,” ungkap Endang.

Ia menjelaskan, sistem tumpang sari dipilih karena lebih menguntungkan bagi petani. Selain bawang merah, lahan tersebut juga ditanami jahe gajah, cabai rawit dan jagung.

Kelompok Tani Satria Perkasa sendiri beranggotakan sekitar 21 hingga 25 orang. Dalam pengelolaannya, mereka juga memberdayakan warga sekitar untuk ikut terlibat dalam aktivitas pertanian. Bahkan kedepan mereka menargetkan mampu memproduksi benih sendiri di Kabupaten Ciamis.

Kolaborasi antara Polres Ciamis dan kelompok tani itu diharapkan menjadi contoh pemanfaatan lahan tadah hujan yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Ciamis.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement