Ikuti Kami :

Disarankan:

Kelompok Tani Giri Maju Batulawang Banjar Diusulkan Terima Bantuan Kakao, Luas Lahan 6 Hektare

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:10 WIB
Kelompok Tani Giri Maju Batulawang Banjar Diusulkan Terima Bantuan Kakao, Luas Lahan 6 Hektare
Kelompok Tani Giri Maju Batulawang Banjar Diusulkan Terima Bantuan Kakao, Luas Lahan 6 Hektare. Foto: Istimewa

Kelompok Tani Giri Maju di Batulawang, Kota Banjar, diusulkan menerima bantuan pengembangan perkebunan kakao dengan luas lahan sekitar 6 hektare.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Kelompok Tani Giri Maju di wilayah Batulawang, Kota Banjar, diusulkan menjadi penerima bantuan pengembangan perkebunan kakao dengan luas lahan sekitar 6 hektare. Saat ini, usulan tersebut masih dalam proses verifikasi lapangan dan pemeriksaan kelengkapan administrasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Banjar Yoyon Cuhyon, melalui Kepala Bidang Pertanian, Yetty Sukmayati, mengatakan bahwa usulan pengembangan perkebunan kakao di Kota Banjar secara keseluruhan mencapai sekitar 34 hektare.

Lahan yang diusulkan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Batulawang dan Langensari.

“Untuk satu Kota Banjar, kita kemarin mendapatkan alokasi kurang lebih 34 hektare. Jadi, tidak hanya di sini, tetapi tersebar sampai wilayah Langensari,” ujar Yetty usai mendampingi tim verifikator meninjau lokasi yang direncanakan untuk penanaman kakao, Kamis (15/10/2026).

Menurut Yetty, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian kondisi lahan sekaligus memeriksa kesiapan kelompok tani yang diusulkan sebagai calon penerima bantuan.

Sementara itu, proses administrasi pengajuan bantuan dilakukan melalui aplikasi e-Banper. Namun, hingga saat ini, penginputan seluruh data calon penerima belum sepenuhnya rampung.

“Administrasinya memang menggunakan aplikasi e-Banper. Karena belum semuanya kita input, makanya mereka ingin langsung ke lapangan. Administrasi menyusul sambil berjalan,” kata Yetty.

Ia menegaskan, hasil verifikasi tersebut menjadi bagian dari tahapan yang harus dilalui sebelum usulan bantuan dapat ditindaklanjuti lebih lanjut.

Produksi Kakao di Banjar Terdampak Musim Kemarau

Selain di Batulawang, pengembangan tanaman kakao di Kota Banjar juga telah dilakukan di wilayah Karyamukti. Salah satunya adalah kebun milik Eroy yang memiliki sekitar 300 pohon kakao.

Dalam kondisi normal, kebun tersebut diperkirakan mampu menghasilkan hingga 60 kilogram kakao per tahun. Namun, produksi pada tahun ini menurun akibat musim kemarau.

“Kalau normal, produksinya bisa sampai 60 kilogram per tahun. Nah, pada tahun ini karena memang musim kemarau, beliau hanya memperoleh sekitar 20 kilogram,” ungkap Yetty.

Hasil panen kakao tersebut kemudian dipasarkan ke wilayah Pamarican, Kabupaten Ciamis, dengan harga sekitar Rp70.000 per kilogram.

Meski memiliki nilai jual, biji kakao yang dipasarkan petani tersebut belum melalui proses fermentasi. Penanganan pascapanen masih sebatas pengeringan sebelum biji dijual kepada pembeli.

“Jadi, biji cokelatnya dijual ke Pamarican dengan harga kurang lebih Rp70.000 per kilogram. Belum dilakukan fermentasi, hanya dikeringkan saja karena memang belum ada penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Pengembangan Kakao Diharapkan Tingkatkan Pendapatan Petani

Pengembangan perkebunan kakao di Kota Banjar diharapkan dapat memperkuat potensi sektor perkebunan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan petani. 

Selain dukungan bantuan untuk pengembangan lahan, peningkatan kualitas penanganan pascapanen juga dinilai penting. Proses pengolahan yang lebih baik, termasuk fermentasi biji kakao, berpotensi meningkatkan mutu dan nilai jual hasil panen.

Meski demikian, usulan bantuan bagi Kelompok Tani Giri Maju di Batulawang masih harus melalui tahapan verifikasi lapangan dan penyelesaian administrasi melalui aplikasi e-Banper.

Dengan demikian, realisasi bantuan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement