Ikuti Kami :

Disarankan:

Khawatir Makam Keluarga Hancur Usai Tertimpa Pohon Tumbang, Sejumlah Warga Datangi TPU Cieunteung

Senin, 06 April 2026 | 14:15 WIB
Watermark
Khawatir Makam Keluarga Hancur Usai Tertimpa Pohon Tumbang, Sejumlah Warga Datangi TPU Cieunteung. Foto: Kristian.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Tasikmalaya pada Minggu (5/4/2026) sore mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cieunteung. Akibatnya, sejumlah makam dilaporkan mengalami kerusakan material yang cukup serius.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Tasikmalaya pada Minggu (5/4/2026) sore mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cieunteung. Akibatnya, sejumlah makam dilaporkan mengalami kerusakan material yang cukup serius.

Pantauan di lokasi pada Senin (6/4/2026) siang, sejumlah warga mulai berbondong-bondong mendatangi TPU yang berlokasi di Kelurahan Nagarawangi tersebut. Mereka mengaku cemas setelah mendengar informasi adanya puluhan nisan yang hancur tertimpa batang pohon.

Salah seorang warga Nagarawangi, Aep (42), menuturkan bahwa dirinya langsung bergegas ke pemakaman usai mendapat kabar dari kerabatnya.

"Barusan dapat kabar dari kakak, katanya ada pohon tumbang menimpa makam. Saya langsung datang ke sini untuk memastikan kondisi makam ibu dan nenek saya," ujar Aep saat ditemui di TPU Cieunteung.

Beruntung bagi Aep, makam anggota keluarganya lolos dari hantaman pohon besar tersebut. Namun, ia menyaksikan sendiri kondisi makam-makam lain di sekitarnya yang mengalami kerusakan parah pada bagian kijing dan batu nisan.

"Alhamdulillah, kalau makam keluarga saya aman semua. Tapi banyak makam warga lain yang bagian depannya hancur total tertimpa dahan," ungkapnya.

Menyikapi kerawanan pohon di area pemakaman, Aep berharap pihak terkait tidak menebang habis pohon-pohon yang ada, melainkan melakukan pemeliharaan rutin.

"Harapannya dilakukan pemangkasan dahan saja secara rutin agar tidak membahayakan, kalau ditebang habis juga tidak bagus karena area makam jadi gersang," pungkasnya.

Sementara itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya yang menerima laporan sejak Minggu malam telah berada di lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Petugas menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang pohon yang melintang di atas makam guna memudahkan ahli waris melakukan perbaikan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement