TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kecintaan terhadap klub sepak bola tanah air acap kali tidak sekadar menjadi hobi mengisi waktu luang, melainkan merasuk hingga ke relung jiwa. Hal itulah yang dirasakan oleh Alby Nurul Haq (28), atau yang akrab disapa Acil, pemuda asal Cikunten Indah, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Rasa cintanya kepada klub berjuluk Pangeran Biru, Persib Bandung, telah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD) sekitar tahun 2009. Uniknya, ketertarikan tersebut lahir secara alami tanpa adanya pengaruh dari lingkungan keluarga.
"Awalnya cuma sering nonton tayangan pertandingan Persib di televisi. Tiba-tiba langsung suka banget dan akhirnya memutuskan bergabung dengan Gerombolan Persib Viking Tasikmalaya (GPVT) yang saat itu punya jargon legendaris 'Serang, Lawan, Menang'," ujar Acil saat ditemui Sabtu (8/8/2026).
Pengalaman pertama merasakan atmosfer stadion secara langsung terjadi pada tahun 2012. Demi menyaksikan laga Persib melawan Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Acil yang kala itu masih menimba ilmu di pesantren bahkan rela "nekat" bolos nyantri. Sejak momen tersebut, semangat deus leujit atau loyalis Persib kian membara, hingga ia kemudian aktif mengikut tur tandang (away) bersama kelompok suporter Bomber Persib.
"Gak tahu kenapa bisa se-cinta ini sama Persib. Bagi saya, Persib itu sudah seperti bahasa hati. Hampir tidak pernah absen nonton, bahkan laga away luar kota sering saya bela-belain datang meskipun ada larangan suporter tamu dari pihak keamanan," ungkapnya.
Jelajah Luar Negeri demi Asia Champions League hingga Pengalaman Unik
Kecintaan Acil terhadap Maung Bandung tak berhenti di batas wilayah nusantara. Ketika Persib berkiprah di ajang kompetisi internasional tingkat Asia, Asia Champions League (ACL), Acil tak ragu merogoh kocek untuk terbang mendampingi tim kesayangannya berlaga di Singapura hingga Thailand.
Pengalaman berkesan pun ia rasakan saat bertandang ke Thailand, di mana ia dikejutkan oleh ketatnya regulasi pertandingan internasional dibanding di Indonesia.
"Pengalaman paling unik pas ke Thailand, culture-nya beda banget. Kalau di sini kita biasa bebas bawa atribut, di sana kaget karena pengamanannya sangat ketat dan banyak aturan terkait apa saja yang boleh masuk stadion," kenangnya.
Tak hanya di luar negeri, perjalanan mendukung Persib juga mewarnai lembar pengalamannya di dalam negeri. Pada Agustus 2025 lalu, Acil sempat diamankan oleh pihak kepolisian di Yogyakarta demi tindakan preventif keamanan akibat adanya dinamika antarsuporter lokal di sana. Namun, ia bersyukur situasi dapat diselesaikan dengan baik dan aman.
Rasa cinta fanatiknya ini pun memicu efek domino di rumahnya. Orang tua Acil yang mulanya awam sepak bola kini berbalik menjadi pendukung setia Persib Bandung.
"Alhamdulillah, istri juga sangat mendukung dan tidak pernah mempermasalahkan kalau saya izin berangkat nyetadion. Bahkan sekarang mama dan bapak di rumah ikut-ikutan keranjingan nonton pertandingan Persib," selorohnya sambil tersenyum.
Mengubah Hobi Menjadi Cuan: Dari Stiker hingga Flare dan Smoke Bomb
Menariknya, passion mendalam Acil terhadap atribut suporter justru membuka jalan rezeki baru. Berawal dari kebiasaannya membuat pernak-pernik sendiri untuk bekal berangkat ke stadion, karya Acil rupanya memikat perhatian sesama Bobotoh.
"Dulu kalau mau berangkat ke stadion suka bikin stiker, bendera, dan atribut sendiri buat bekal. Ternyata teman-teman banyak yang tertarik dan pengin pesan," terang Acil.
Melihat tingginya permintaan, pemikiran bisnis Acil mulai terpacu. Ia memberanikan diri membuka usaha produksi kaus dan bendera konveksi di kediamannya. Seiring berjalannya waktu, dalam empat tahun terakhir, lini bisnisnya berkembang pesat dengan menyediakan perlengkapan tribun suporter seperti smoke bomb (bom asap), flare (suar), kembang api, hingga aneka merchandise suporter bola lainnya.
"Usaha ini saya rintis dari rumah. Alhamdulillah sampai sekarang selalu ramai dan laku keras, bahkan bisa jadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berawal dari hobi dan cinta Persib, berbuah jadi berkah usaha," pungkasnya.