Ikuti Kami :

Disarankan:

Kisah Pilu Siswa RA di Tasikmalaya Batal Peringati Hari Anak Nasional, Sekolah Malah Ambruk

Selasa, 23 Juli 2024 | 15:44 WIB
Kisah Pilu Siswa RA di Tasikmalaya Batal Peringati Hari Anak Nasional, Sekolah Malah Ambruk
Kisah Pilu Siswa RA di Tasikmalaya Batal Peringati Hari Anak Nasional, Sekolah Malah Ambruk. Foto: Newstasikmalaya.com/ Ahdan Ashari

Bangunan Sekolah Raudhlatul Athfal (RA) Muhammad Ramdhan Panglayungan di Jalan Kutaresik, Jati, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya mengalami ambruk pada pagi hari Selasa (23/7/2024).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Bangunan Sekolah Raudhlatul Athfal (RA) Muhammad Ramdhan Panglayungan di Jalan Kutaresik, Jati, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya mengalami ambruk pada pagi hari Selasa (23/7/2024). 

Peristiwa ini menyisakan duka bagi siswa-siswa RA karena terjadi pada Hari Anak Nasional (HAN) 2024.

Bangunan yang roboh tersebut terdiri dari 3 ruang kelas dan 1 ruang guru. 

Sehari sebelumnya, Senin (22/7/2024) kemarin, kelas tersebut digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Rencananya, hari ini kelas itu akan digunakan untuk merayakan HAN 2024. 

Namun, akibat ambruknya bangunan tersebut, perayaan tersebut terpaksa dibatalkan.

"Kelas kami seharusnya dipersiapkan untuk peringatan HAN hari ini, tapi karena bangunan ambruk, kami terpaksa libur. Ini benar-benar disayangkan," kata Kepala RA Muhammad Ramdhan, Ana Yuliana.

Ana menambahkan, kondisi bangunan yang sudah lapuk sudah terlihat sejak lama, dengan beberapa tembok yang retak akibat gempa beberapa waktu lalu. 

Meskipun demikian, karena belum adanya renovasi dari pihak yayasan, kelas tersebut tetap digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). 

Dengan ambruknya bangunan ini, pihak yayasan berencana untuk mendirikan tenda darurat di halaman kelas sebagai pengganti sementara.

"Kondisi bangunan sudah memprihatinkan akibat gempa yang lalu. Tidak hanya temboknya yang retak, tapi juga ada kecondongan. Kami akan segera mendirikan tenda darurat untuk KBM sementara, meski tentunya tidak seindah belajar di dalam ruangan," tambah Ana.

Di lokasi, sejumlah guru, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, dan personel Polsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota, terlihat sibuk membersihkan puing bangunan dan melakukan evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement