Ikuti Kami :

Disarankan:

Konser Band Hindia di Tasikmalaya Masih Gantung, Dapat Izin?

Selasa, 15 Juli 2025 | 11:41 WIB
Konser Band Hindia di Tasikmalaya Masih Gantung, Dapat Izin?
Konser Band Hindia di Tasikmalaya Masih Gantung, Dapat Izin? Foto: Istimewa

Acara musik tahunan bertajuk Ruang Bermusik yang dijadwalkan berlangsung di Lanud Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, pada 19-20 Juli 2025, kini tengah menjadi perbincangan hangat.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Acara musik tahunan bertajuk Ruang Bermusik yang dijadwalkan berlangsung di Lanud Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, pada 19-20 Juli 2025, kini tengah menjadi perbincangan hangat. 

Meski tiket sudah beredar luas, konser tersebut belum mengantongi izin dari Polda Jawa Barat, karena proses perizinan masih dalam tahap pengajuan oleh promotor.

Tak hanya urusan administratif, penyelenggaraan konser ini juga menuai polemik di tengah masyarakat. Salah satu musisi yang dijadwalkan tampil, yaitu Hindia, memicu kontroversi karena dianggap oleh sejumlah kalangan memiliki keterkaitan dengan simbol-simbol kontroversial. Hal ini memicu tagar #keluartasikduluaja ramai dibicarakan warganet di media sosial.

Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya mendukung penyelenggaraan konser tersebut selama memenuhi prosedur hukum yang berlaku.

“Pada prinsipnya, kami dari pemerintah mendukung kegiatan ini. Namun kami menunggu proses perizinan dari pihak kepolisian sebagai dasar penyelenggaraan,” ujar Asep,, Senin (14/7/2025).

Asep juga mengimbau agar semua pihak, baik masyarakat maupun penyelenggara, dapat menjaga kondusivitas kota dan merespons isu ini dengan dewasa.

“Kota kita masih majemuk. Maka dari itu, penting bagi kita untuk menyikapi setiap isu dengan bijak. Yang terpenting adalah menjaga ketenangan bersama,” tambahnya.

Terkait beredarnya tiket konser sebelum izin resmi diterbitkan, Asep enggan berspekulasi. Ia menyatakan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab promotor dan harus menunggu keputusan dari aparat kepolisian.

“Kita belum bisa menanggapi hal itu. Pemerintah daerah menunggu hasil dari kepolisian. Mudah-mudahan pertimbangan-pertimbangan yang ada bisa dijadikan dasar keputusan yang bijak,” ujarnya.

Saat ditanya soal anggapan bahwa Kota Tasikmalaya anti terhadap musik, Asep menepis tudingan tersebut. Ia menekankan bahwa banyak acara musik yang telah dan akan terus digelar di kota ini, namun harus sesuai koridor hukum dan budaya lokal.

“Kita bukan anti musik. Banyak kegiatan musik yang kita fasilitasi. Tapi karena isu ini melibatkan banyak opini publik, tentu kita harus bertindak hati-hati,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, belum memberikan pernyataan resmi mengenai isu ini. Awak media yang mencoba menemuinya di Bale Kota sejak pukul 12.00 hingga 14.15 WIB pun tidak berhasil mendapatkan tanggapan.

Menurut informasi, Viman tengah mengikuti rapat pimpinan bersama Sekda, namun hingga rapat berakhir, ia tak kunjung menemui wartawan.

Pihak promotor Ruang Bermusik pun belum memberikan keterangan resmi. Saat dihubungi secara langsung maupun melalui pesan singkat, hingga pukul 17.41 WIB belum ada respons.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar, baik di kalangan masyarakat umum maupun penonton yang telah membeli tiket. Kepastian konser kini bergantung pada keluarnya izin resmi dari pihak kepolisian dan langkah responsif dari pemangku kebijakan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement