Ikuti Kami :

Disarankan:

Konser Ruang Bermusik di Tasikmalaya Meriah, Warga Keluhkan Mahalnya Harga Makanan di Area UMKM

Minggu, 20 Juli 2025 | 02:15 WIB
Watermark
Konser Ruang Bermusik di Tasikmalaya Meriah, Warga Keluhkan Mahalnya Harga Makanan di Area UMKM.

Konser Ruang Bermusik 2025 yang digelar di Lanud Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (19/7/2025), berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Acara yang bertujuan mendukung ruang ekspresi generasi muda ini juga menjadi ajang promosi industri kreatif lokal.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Konser Ruang Bermusik 2025 yang digelar di Lanud Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (19/7/2025), berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Acara yang bertujuan mendukung ruang ekspresi generasi muda ini juga menjadi ajang promosi industri kreatif lokal.

Dalam unggahan akun resmi Facebook SetdaKota Tasikmalaya (Prokopim), konser ini disebut sebagai bagian dari upaya mendorong geliat ekonomi kreatif serta memberi ruang positif bagi para pelaku seni dan musik di Tasikmalaya. Wali Kota Tasikmalaya, Dr. H. Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA., hadir langsung bersama unsur Forkopimda untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Meski demikian, pelaksanaan konser ini tak luput dari sorotan. Sejumlah pengunjung mengeluhkan harga makanan yang dijual di area UMKM dinilai terlalu tinggi dan kurang ramah bagi pengunjung dari kalangan pelajar dan masyarakat umum.

“Tadi saya di dalam beli siomay, harganya kaget ya satu porsi 40 ribu rupiah. Kalau porsinya standar ya, gak banyak-banyak amat. Ya, meskipun mahal, tapi rasanya lumayan,” ujar Ian, warga Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.

Ia menyebutkan bahwa harga tersebut dirasa kurang terjangkau bagi sebagian besar penonton. “Saya bukan mempersalahkan harga ya, tapi kan harga makanan yang ditawarkan harus terjangkau juga. Kasian kalau yang nonton anak sekolah kan, kata mereka uang segitu lumayan gede ya,” tambahnya.

Sebelumnya, konser Ruang Bermusik telah dipastikan digelar selama dua hari, 19–20 Juli 2025, setelah mendapatkan izin resmi dari pihak kepolisian. Sebanyak 130 personel Polri dikerahkan untuk menjaga keamanan, ditambah dukungan dari TNI dan unsur Forkopimda lainnya.

Di sisi lain, tiga musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil dalam konser, yakni Hindia, Lomba Sihir, dan .Feast, dipastikan batal tampil. Keputusan ini diambil oleh pihak promotor setelah muncul penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat.

Penyelenggara berharap konser ini tetap dapat menjadi momentum positif bagi pertumbuhan ekosistem seni dan ekonomi kreatif di Tasikmalaya, meskipun dibayangi dinamika di lapangan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement