TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Jumlah korban meninggal dalam kecelakaan maut antara minibus Daihatsu Gran Max dan truk Colt Diesel di Jalan Raya Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (17/8/2026) siang, resmi bertambah menjadi empat orang.
Para korban tewas terkonfirmasi merupakan satu rombongan keluarga asal Kalideres, Jakarta Barat, yang sedang melakukan perjalanan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung.
Penambahan jumlah korban jiwa terjadi setelah dua penumpang yang sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam. Sekitar pukul 19.30 WIB, kedua jenazah dipindahkan ke Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Berdasarkan data dari kepolisian dan Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, berikut adalah identitas lengkap 4 korban meninggal dunia:
* Rasidi (52) – Meninggal dunia di lokasi/evakuasi awal (Teridentifikasi melalui KTP).
* Nurlaelah (50) – Meninggal dunia di lokasi/evakuasi awal (Teridentifikasi menggunakan alat MAMBIS Inafis).
* Rasti – Meninggal dunia saat penanganan medis di RS Hermina (Istri dari Rasidi).
* Andri Rustandi (12) – Meninggal dunia saat penanganan medis di RS Hermina (Anak dari Nurlaelah).
Proses Identifikasi dan Keterangan Pihak Terkait
Ketua Relawan Rescue Emergency Indonesia (R2EI), Sandi Permana, membenarkan informasi bertambahnya dua korban meninggal dari RS Hermina.
"Betul, dua pasien yang sempat dirawat di RS Hermina tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia, yakni seorang wanita berusia sekitar 50 tahun dan anak laki-laki usia 12 tahun. Jadi total korban meninggal dari penumpang Gran Max saat ini ada empat orang," terang Sandi di Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo, Senin malam.
Sandi menambahkan, saat ini pihak keluarga besar para korban dari Jakarta dan Cilacap sedang dalam perjalanan menuju ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Devi Budi Radiansyah, mengatakan bahwa seluruh korban merupakan satu rombongan keluarga luar daerah.
"Hasil identifikasi awal, para korban merupakan satu keluarga luar daerah yang melaju dari arah Tasik menuju Bandung. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan (lidik). Kedua kendaraan yang rusak parah sudah kami amankan," tegas Ipda Devi.
Sebelumnya, tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota harus menggunakan alat pemindai sidik jari biometrik Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS) di RSUD dr. Soekardjo untuk melacak identitas jenazah Nurlaelah yang tidak mengantongi dokumen saat kejadian.
Kronologi Singkat Kecelakaan
Kecelakaan hebat yang terjadi sekira pukul 13.30 WIB tersebut diduga dipicu akibat tabrakan dari arah berlawanan (adu banteng).
Dalam rekaman video di lokasi kejadian, tampak truk Colt Diesel bernomor polisi LIKA LIKU terguling di tepi jalan dengan kondisi kabin hancur. Sementara itu, minibus Daihatsu Gran Max terbalik dan terperosok ke dalam kolam warga di pinggir jalan hingga terendam air.
Saksi mata di lokasi, Kadar, menuturkan bahwa benturan keras sempat mengejutkan warga setempat.
"Jalanan sedang lumayan lengang, tiba-tiba terdengar suara benturan keras seperti ledakan. Saat dicek, ada truk ringsek di badan jalan, dan lawan tabrakannya (Gran Max) sudah terbalik terendam di dalam kolam bawah," kata Kadar.
Hingga Senin malam, personel Satlantas Polres Tasikmalaya Kota terus bersiaga di kamar jenazah RSUD dr. Soekardjo untuk mendampingi proses penanganan serta penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.