Ikuti Kami :

Disarankan:

Kronologi Pembacokan Maut di Karangjaya Tasikmalaya: Pelaku Emosi Lihat Ayah Memar Dipukul Korban

Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:49 WIB
Kronologi Pembacokan Maut di Karangjaya Tasikmalaya: Pelaku Emosi Lihat Ayah Memar Dipukul Korban
Ketua RT dan Kepala Desa Saat Berada di Kamar Mayat RSUD Dokter Soekardjo Tasikmalaya. Foto: Kristian.

Pembacokan yang menewaskan Tata Hendro alias Ki Danu (45) di Karangjaya, Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026), dipicu oleh aksi pelaku E (35) yang tak tega melihat ayahnya (Sanusi) memar usai berkelahi dengan korban terkait perbatasan tanah.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Tabir kronologi peristiwa pembacokan yang menewaskan Tata Hendro (45) alias Ki Danu di Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026), mulai terkuak. Aksi nekad pelaku E (35) alias Ayi dipicu emosi mendalam saat melihat sang ayah mengalami luka memar di wajah usai terlibat perkelahian dengan korban.

Ketua RT 010 Kampung Ciaren, Nanang Nurhidayat, menjelaskan bahwa insiden berdarah tersebut diawali oleh perselisihan fisik antara korban dan Sanusi, yang merupakan ayah dari terduga pelaku.

"Awalnya sempat cekcok dulu antara korban dengan ayah terduga pelaku (Pak Sanusi), lalu terjadi perkelahian hingga membuat muka Pak Sanusi mengalami luka lebam. Tak tega melihat ayahnya terluka, terduga pelaku langsung mengejar korban dan membacoknya hingga meninggal di lokasi," ungkap Nanang saat ditemui di Ruang Jenazah RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026) sore.

Nanang menambahkan, berdasarkan perbincangan antara Kepala Desa dengan terduga pelaku usai kejadian, aksi pembacokan tersebut murni dipicu rasa iba dan emosi melihat kondisi orang tuanya.

"Mengaku murni karena kasihan melihat orang tua, bahkan ia mengaku tidak menyesal," tutur Nanang menirukan ucapan terduga pelaku.

Sehari-hari, terduga pelaku E bekerja sebagai pengurus usaha tahu bulat di Kota Bandung. Keberadaannya di Kampung Ciaren saat kejadian lantaran sedang pulang kampung untuk memeriahkan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI.

"Keduanya saling kenal karena bertetangga. Terduga pelaku pulang kampung khusus untuk acara Agustusan. Pasca-kejadian pelaku juga tidak kabur, malah berencana menyerahkan diri ke Polsek. Alhamdulillah situasi di kampung tetap kondusif," jelas Nanang.

Sementara itu, Kepala Desa Karangjaya, Soni Ruswandi, mengonfirmasi bahwa terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Tasikmalaya Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi kepolisian mengenai akar permasalahan yang memicu perkelahian awal tersebut, yang diduga berkaitan dengan perbatasan tanah.

"Informasi awal memang ada permasalahan perbatasan tanah. Namun untuk kepastiannya kami masih menunggu beberapa saksi diperiksa, termasuk pelaku yang sudah dibawa ke Polres Tasikmalaya Kota," pungkas Soni.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement