Ikuti Kami :

Disarankan:

Lewat Majelis Taklim, Rani Permayani Kampanyekan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Senin, 05 Oktober 2026 | 14:36 WIB
Lewat Majelis Taklim, Rani Permayani Kampanyekan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Lewat Majelis Taklim, Rani Permayani Kampanyekan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Foto: Istimewa

Istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rani Permayani, mengintensifkan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui forum pengajian dan majelis taklim.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rani Permayani, terus mendorong upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui berbagai kegiatan edukasi di tengah masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyampaikan sosialisasi dalam forum pengajian dan majelis taklim yang dinilai memiliki jangkauan luas hingga ke lingkungan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Rani saat menjadi narasumber dalam kajian bulanan PD PERSISTRI yang digelar di Masjid Baiturrahman, Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, Minggu (4/10/2026).

Menurut Rani, majelis taklim menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Pasalnya, peserta pengajian mayoritas merupakan kaum ibu yang memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan lingkungan keluarga.

"Sosialisasi melalui jamaah pengajian atau majelis taklim efektif ya. Karena seorang ibu biasanya menularkan ilmu atau kebaikan yang mereka dapat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Rani.

Ia menjelaskan, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat sekaligus memutus rantai berbagai bentuk kekerasan yang masih terjadi, mulai dari perundungan, kenakalan remaja, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Mulai dari kenakalan remaja seperti perundungan ataupun kekerasan terhadap perempuan dan KDRT, itu bisa diantisipasi. Saya berupaya memutus mata rantai itu di Kota Tasikmalaya, bekerja sama dengan pihak-pihak yang peduli akan hal ini," katanya.

Rani berharap berbagai langkah pencegahan yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan maupun anak-anak.

Menanggapi masih terjadinya kasus perundungan di Kota Tasikmalaya, ia menilai terdapat sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian bersama. Di antaranya budaya senioritas di lingkungan sekolah, minimnya figur teladan yang diperoleh anak di rumah, hingga pengaruh lingkungan pergaulan.

Selain itu, kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak juga dinilai berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak.

"Sehingga karakter si anak kurang terbentuk sempurna. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Pengaruh gawai juga berpengaruh terhadap perkembangan mental anak," ungkapnya.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Rani berencana tidak hanya menyampaikan sosialisasi melalui forum pengajian. Dalam waktu dekat, program serupa juga akan menyasar lingkungan sekolah agar pesan pencegahan kekerasan dapat diterima langsung oleh para pelajar.

"Sekarang forum ini dulu. InsyaAllah bulan depan langsung ke sekolah-sekolah,"* pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement