Ikuti Kami :

Disarankan:

Lomba Serba Kolam Meriahkan HUT ke-81 RI di Lembur Galuh Ciamis, Warga Rela Nyemplung Demi Hadiah

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:03 WIB
Watermark
Lomba Serba Kolam Meriahkan HUT ke-81 RI di Lembur Galuh Ciamis, Warga Rela Nyemplung Demi Hadiah. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Perayaan HUT ke-81 RI di Lembur Galuh, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Ciamis, berlangsung meriah melalui berbagai perlombaan unik bertajuk Lomba Serba Kolam.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Wisata Edukasi Lembur Galuh, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, berlangsung meriah dan penuh gelak tawa, Senin (17/8/2026). 

Beragam perlombaan unik bertajuk Lomba Serba Kolam sukses menarik perhatian warga yang antusias mengikuti setiap tantangan.

Berbeda dari perlombaan kemerdekaan pada umumnya, peserta harus menaklukkan berbagai permainan yang digelar di atas kolam air. Mulai dari berjalan di atas batang bambu, mengayuh sepeda di atas papan sempit, hingga menangkap ikan dengan tangan kosong atau yang dikenal dengan istilah ngobeng lauk.

Keseruan paling terasa pada lomba berjalan di atas bambu yang dipasang melintang di atas kolam. Para peserta dituntut menjaga keseimbangan sambil berusaha mencapai ujung lintasan untuk mengambil hadiah yang telah disediakan panitia.

Namun tantangan tersebut ternyata tidak mudah. Banyak peserta yang kehilangan keseimbangan dan tercebur ke kolam sebelum mencapai garis akhir. Meski basah kuyup, mereka tetap bersemangat mencoba kembali hingga berhasil menyelesaikan tantangan.

Salah seorang peserta, Cecep Herdiansyah, mengaku lomba tersebut jauh lebih sulit dari yang dibayangkannya.

“Seru tapi susah. Susahnya karena bambunya terus goyang. Hadiahnya menarik, tapi tantangannya memang tidak mudah,” ujar Cecep sambil tertawa.

Tidak kalah menarik, lomba sepeda di atas papan juga menjadi pusat perhatian warga. Dalam perlombaan ini, peserta harus mengayuh sepeda di atas papan sempit yang membentang di atas kolam tanpa terjatuh ke air.

Untuk menjaga keselamatan, panitia mewajibkan peserta menggunakan helm dan sepatu. Meski begitu, banyak peserta yang tetap gagal menjaga keseimbangan dan langsung tercebur ke kolam sejak awal lintasan, memancing tawa para penonton yang memadati area perlombaan.

Peserta lainnya, Epoy, mengungkapkan bahwa permukaan papan yang licin menjadi tantangan terbesar dalam lomba tersebut.

“Kesulitannya karena licin. Tadi sudah hampir sampai ujung, tapi rantai sepeda lepas. Jadi jatuh lagi,” katanya.

Panitia lomba, Cepi, menjelaskan bahwa konsep perlombaan sengaja dibuat berbeda agar masyarakat mendapatkan hiburan yang lebih segar dan menyenangkan dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Menurutnya, menjaga keseimbangan di atas bambu maupun papan ternyata jauh lebih sulit dibandingkan yang dibayangkan peserta.

“Biasanya banyak yang hobi naik gunung dan mengatur keseimbangan di alam, tapi saat dicoba di sini ternyata sulit semua. Justru di situlah serunya karena banyak tawa dan kebersamaan,” ujarnya.

Selain berjalan di atas bambu dan bersepeda di atas papan, warga juga mengikuti lomba ngobeng lauk, yaitu menangkap ikan dengan tangan kosong di dalam kolam. Perlombaan ini menjadi favorit anak-anak hingga orang dewasa karena menghadirkan sensasi tersendiri sekaligus kesempatan membawa pulang ikan hasil tangkapan.

Salah seorang penyelenggara, Syahidah Asma Amanina, mengatakan konsep lomba serba kolam dipilih karena menyesuaikan dengan potensi lokal yang dimiliki Desa Sukamaju dan kawasan Lembur Galuh yang kaya sumber air serta dikenal sebagai sentra budidaya ikan.

“Kegiatan ini untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kami memanfaatkan potensi lokal yang ada di sini, mulai dari air yang melimpah hingga hasil perikanan yang menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Setelah seluruh perlombaan selesai, warga mengikuti botram atau makan bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan. Suasana penuh keakraban terlihat ketika masyarakat berkumpul menikmati hidangan sambil berbagi cerita dan pengalaman selama mengikuti perlombaan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement