TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dua pelajar terbaik asal Kota Tasikmalaya, Muhammad Riffat Ghaisan Budiarta dan Aulia Zhafira Putri, resmi terpilih mewakili daerahnya untuk bergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Riffat merupakan siswa asal SMA Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya, sedangkan Aulia merupakan siswi dari SMKN 2 Kota Tasikmalaya. Keduanya dipastikan bakal mengemban tugas negara pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Sebagai bentuk apresiasi dan pelepasan resmi, pada Selasa (28/7/2026), keduanya menjalani prosesi perpisahan hangat bersama 35 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) yang akan bertugas di tingkat Kota Tasikmalaya.
Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tasikmalaya, Subhan, menyampaikan bahwa momen pelepasan ini diharapkan mampu menyuntikkan motivasi dan memicu semangat bagi para Capaska tingkat kota yang tengah menjalani pemusatan latihan intensif.
"Total hasil seleksi ketat kita menghasilkan 37 pelajar terbaik. Sebanyak 35 orang bertugas di tingkat Kota Tasikmalaya, dan dua orang yakni Riffat dan Aulia melenggang untuk bertugas di tingkat Provinsi Jawa Barat," ujar Subhan saat ditemui di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026).
Subhan menegaskan bahwa seluruh tahapan proses seleksi telah dilaksanakan secara profesional, objektif, dan terpusat sesuai dengan pedoman nasional.
"Sejak tahun 2023, seluruh sistem seleksi dilaksanakan secara terpusat. Pemerintah daerah hanya menjalankan sistem baku yang telah ditetapkan oleh pusat. Pengujinya pun melibatkan jajaran TNI untuk materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta tim psikolog profesional," terangnya.
Mengenai penentuan posisi penugasan saat upacara, mulai dari pengibar, penurun bendera, hingga pembawa baki. Subhan membeberkan bahwa penetapan posisi baru akan diumumkan sehari sebelum pelaksanaan upacara pengibaran bendera.
"Setiap peserta dilatih secara fleksibel dan tidak difokuskan hanya pada satu posisi tertentu. Strategi ini diterapkan agar seluruh anggota siap sedia dan dapat saling back-up demi menyukseskan tugas pengibaran sang saka merah putih tanpa kendala," pungkas Subhan.