CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Taman Baca Masyarakat (TBM) Cahaya Ilmu merayakan milad ke-17 di Dusun Pabuaran, Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, Minggu (28/9/2025). Acara berlangsung meriah dengan beragam kegiatan literasi dan seni yang diikuti anak-anak hingga remaja.
Bunda Literasi Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, memberikan apresiasi atas konsistensi TBM Cahaya Ilmu yang tetap eksis selama 17 tahun. Menurutnya, taman baca ini telah memberi manfaat besar bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah TBM Cahaya Ilmu sudah bergerak selama 17 tahun dengan berbagai dinamika, pasang surut, tetapi tetap bertahan bahkan berkembang. Semoga keberadaannya membawa manfaat besar bagi masyarakat,” kata Kania.
Ia juga menekankan bahwa literasi saat ini tidak hanya terbatas pada buku fisik, melainkan juga mencakup literasi digital. Namun, ia mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan media digital.
“Literasi digital itu penting, tetapi harus seimbang. Anak-anak tetap perlu bimbingan agar pemanfaatannya untuk hal-hal positif,” tegasnya.
Sementara itu, Jajaka Pinilih Kabupaten Ciamis 2025, Muhammad Restu Nugraha, menilai milad TBM ini juga menjadi momentum untuk menjunjung budaya literasi sekaligus mengenalkan warisan lokal Panjalu.
“Kegiatan ini diisi dengan lomba mewarnai, menggambar, serta pengenalan budaya Panjalu. Anak-anak dikenalkan sejak dini pada budaya leluhur agar kelak mampu melestarikannya,” ujar Restu.
Restu menambahkan, kolaborasi antara Mojang Jajaka, Duta Baca, dan komunitas literasi harus terus diperkuat demi kemajuan literasi di Kabupaten Ciamis.
“Kami sudah lama menjalin kerja sama dengan TBM. Ini wujud pengabdian Mojang Jajaka dalam mendukung literasi sekaligus memajukan Ciamis dari sisi budaya dan pariwisata,” jelasnya.
Perayaan milad ke-17 TBM Cahaya Ilmu menjadi bukti nyata bahwa taman baca masyarakat dapat bertahan dan berkembang. Lebih dari itu, TBM juga menjadi ruang penting untuk menumbuhkan budaya membaca serta menjaga tradisi lokal di tengah arus digitalisasi yang semakin pesat.