TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Semangat kepedulian sosial ditunjukkan Finalis Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Jawa Barat asal Kota Tasikmalaya, Ahmad Gading dan Sabela Putri, melalui kegiatan terapi musik dan seni bagi para penghuni Yayasan Mentari Hati, panti sosial bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar di Kecamatan Tamansari, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Moka Kota Tasikmalaya, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, serta Seven Barber. Melalui program ini, para peserta menghadirkan berbagai aktivitas yang bertujuan memberikan dukungan emosional sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para Sobat Jiwa.
Dalam kegiatan tersebut, Sabela Putri memberikan terapi musik dengan mengajak para penghuni bernyanyi bersama, sementara Ahmad Gading menggelar sesi menggambar dan melukis. Di sisi lain, Seven Barber turut memberikan layanan potong rambut gratis serta menyerahkan bantuan paket sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap penghuni yayasan.
Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para Sobat Jiwa tampak antusias mengikuti sesi bernyanyi dan menggambar, bahkan beberapa di antaranya turut berinteraksi aktif dengan para relawan.
Wujud Program Inklusif untuk Semua Kalangan
Jajaka Pinilih Kota Tasikmalaya, Ahmad Gading, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk menghadirkan program yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Menurutnya, Sobat Jiwa merupakan kelompok yang juga berhak mendapatkan perhatian, dukungan, dan ruang untuk merasakan kebahagiaan melalui kegiatan positif.
"Kami ingin setiap program yang dijalankan memiliki nilai inklusif dan menyentuh aspek sosial maupun kemanusiaan. Sobat Jiwa menjadi salah satu kelompok yang ingin kami dampingi agar merasakan manfaat dari kegiatan ini," ujar Gading.
Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga setelah berinteraksi langsung dengan para penghuni yayasan. Baginya, kesehatan mental dan ketenangan batin merupakan hal penting yang perlu dijaga oleh setiap orang.
Gading juga mengaku terinspirasi oleh salah satu tulisan yang terpampang di lingkungan yayasan bertuliskan Ada Waktunya Kita Belajar Sama Orang Gila.
"Kalimat itu sangat reflektif. Terkadang kita yang merasa berpikir paling rasional justru perlu belajar tentang kebebasan jiwa dan ketenangan batin," katanya.
Pengalaman Emosional Melalui Terapi Musik
Sementara itu, Mojang Pinilih Kota Tasikmalaya, Sabela Putri, mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya bernyanyi secara langsung di hadapan para Sobat Jiwa.
Dalam kesempatan itu, Sabela membawakan lagu berjudul Uga Budaya Sunda karya Gusdeva. Ia merasakan suasana emosional yang berbeda karena musik mampu membangun kedekatan dan komunikasi tanpa batas.
"Ini pengalaman pertama yang sangat berkesan. Saya merasakan hangatnya interaksi yang terbangun melalui musik. Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa kita masih dikelilingi banyak cinta dan bisa saling berbagi energi positif," ungkap Sabela.
Terapi Musik Dinilai Efektif untuk Pemulihan
Pendiri Yayasan Mentari Hati, Dadang Heryadi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Moka Kota Tasikmalaya, Disporabudpar, dan Seven Barber.
Ia mengungkapkan, saat ini yayasan yang dipimpinnya menampung sekitar 260 Sobat Jiwa dengan berbagai kondisi kejiwaan. Salah satu metode rehabilitasi yang rutin dilakukan adalah terapi musik karena dinilai efektif membantu pemulihan emosional para penghuni.
Menurut Dadang, terapi musik mampu membangun rasa kebersamaan, meningkatkan kebahagiaan, sekaligus menggali potensi dan bakat yang dimiliki para pasien.
"Terapi musik sangat efektif. Banyak bakat yang muncul dari mereka. Saat ini ada sekitar 16 penghuni yang memiliki kemampuan bernyanyi dengan baik, bahkan lima orang yang sudah pulih memilih tetap mengabdi di yayasan ini," jelasnya.
Dadang menambahkan, pihaknya juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana terapi dan dokumentasi kegiatan. Langkah tersebut bahkan membantu mempertemukan sejumlah penghuni dengan keluarga mereka.
Dukungan Seven Barber dan Disporabudpar
Owner Seven Barber, Revy dan Salsa, menilai bahwa prestasi seorang finalis Mojang Jajaka tidak hanya diukur dari penampilan di atas panggung, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat.
Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan sosial yang dilakukan Ahmad Gading dan Sabela Putri selama mengikuti ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat.
"Kegiatan ini mencerminkan nilai empati, kepedulian, dan semangat kemanusiaan. Kami berharap bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya sekaligus peduli terhadap sesama," ujar Revy.
Seven Barber, lanjutnya, berkomitmen mendukung berbagai program sosial yang mampu membangun karakter dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Apresiasi juga datang dari Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si. Menurutnya, kegiatan yang digagas para finalis Moka tersebut menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda dapat menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Program seperti ini sangat baik karena langsung menyentuh masyarakat tanpa melihat latar belakang mereka. Kami berharap kegiatan positif ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi Kota Tasikmalaya," kata Deddy.
Melalui kolaborasi antara Moka Kota Tasikmalaya, Disporabudpar, Seven Barber, dan Yayasan Mentari Hati, kegiatan terapi musik dan seni ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu kesehatan mental serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.