Ikuti Kami :

Disarankan:

Optimalisasi Peran Kader Posyandu, STIKes Muhammadiyah Ciamis Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Melalui Program Hibah Kemendiktisaintek

Senin, 03 Agustus 2026 | 14:52 WIB
Optimalisasi Peran Kader Posyandu, STIKes Muhammadiyah Ciamis Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Melalui Program Hibah Kemendiktisaintek
Optimalisasi Peran Kader Posyandu, STIKes Muhammadiyah Ciamis Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Melalui Program Hibah Kemendiktisaintek. Foto: Istimewa

Tim dosen STIKes Muhammadiyah Ciamis melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Melati, Dusun Citungku, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh tim dosen STIKes Muhammadiyah Ciamis yang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Melati, Dusun Citungku, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Optimalisasi Peran Kader dalam Mengenali Perubahan Tubuh Ibu Hamil tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melakukan pendampingan dan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan ibu hamil di lingkungan masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memperoleh dukungan pendanaan melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabdian, Sandriani, SST., M.Tr.Keb., Bdn, bersama anggota tim Andan Firmansah, S.Kep., Ners., M.Kep., dan Sri Utami Asmarani.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memperkenalkan sekaligus memberikan pelatihan penggunaan Kartu Skrining Sederhana Perubahan Tubuh Ibu Hamil, sebuah media inovatif yang dirancang untuk membantu kader mengenali berbagai perubahan fisik yang terjadi selama masa kehamilan.

Melalui kartu skrining tersebut, kader dapat melakukan identifikasi awal terhadap kondisi ibu hamil dan membedakan perubahan yang masih tergolong normal dengan gejala yang memerlukan perhatian atau pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Ketua Tim Pengabdian, Sandriani, menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan melalui tiga kali pertemuan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan kader dalam menjalankan fungsi pendampingan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kader posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa sehingga perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

"Kader tidak bertugas menegakkan diagnosis, namun mereka memiliki peran penting dalam melakukan identifikasi awal. Melalui kartu skrining ini, kader dapat mengenali tanda bahaya atau keluhan yang memerlukan penanganan lebih lanjut sehingga ibu hamil dapat segera diarahkan untuk berkonsultasi dengan bidan atau dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap," ujarnya.

Selain mempelajari penggunaan kartu skrining, para kader juga mendapatkan materi mengenai perubahan fisiologis selama kehamilan, teknik komunikasi efektif dengan ibu hamil, cara pengisian formulir skrining, hingga langkah tindak lanjut berdasarkan hasil identifikasi yang ditemukan di lapangan.

Materi yang diberikan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kader posyandu dan bidan desa dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, simulasi kasus, serta praktik langsung penggunaan kartu skrining sederhana.

Antusiasme kader terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait berbagai kondisi yang sering mereka temui saat mendampingi ibu hamil di lingkungan masyarakat.

Tim pengabdian menilai bahwa peningkatan kapasitas kader merupakan langkah strategis dan realistis dalam memperkuat layanan kesehatan ibu hamil di tingkat desa. Dengan kemampuan yang lebih baik, kader diharapkan mampu menjadi mitra aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, motivasi, serta melakukan deteksi dini terhadap kondisi yang berpotensi membahayakan ibu maupun janin.

Selain meningkatkan kompetensi kader, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk lebih memahami perubahan tubuh yang terjadi selama masa kehamilan. Dengan demikian, ibu hamil dapat lebih cepat mengenali tanda-tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis apabila diperlukan.

Pemanfaatan Kartu Skrining Sederhana Perubahan Tubuh Ibu Hamil menjadi salah satu bentuk inovasi berbasis masyarakat yang mudah diterapkan di lapangan. Kehadiran media tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini kesehatan ibu hamil sekaligus meningkatkan koordinasi antara kader, bidan desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan demi menekan risiko komplikasi kehamilan serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement