Ikuti Kami :

Disarankan:

Orang Tua Korban Dugaan Penyekapan di Tasikmalaya Sebut Terjadi Kesalahpahaman, Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Rabu, 01 Juli 2026 | 10:02 WIB
Watermark
Orang Tua Korban Dugaan Penyekapan di Tasikmalaya Sebut Terjadi Kesalahpahaman, Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Orang tua A, perempuan yang sebelumnya diduga menjadi korban penyekapan di Perumahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, menyatakan peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Orang tua dari A, perempuan yang sebelumnya diduga menjadi korban penyekapan di sebuah rumah di Perumahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, akhirnya memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang sempat menyita perhatian publik tersebut.

Melalui pernyataan yang disampaikan pada Rabu (1/7/2026), Anggiat Bakara, orang tua A, menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi pada Senin (29/6/2026) itu merupakan kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah antara kedua belah pihak.

"Kejadian dugaan penyekapan yang terjadi pada tanggal 29 Juni 2026 di Perum Kota Baru tersebut merupakan kesalahpahaman yang diselesaikan secara kekeluargaan dan musyawarah mufakat," ujar Anggiat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu memediasi dan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut, khususnya jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menjembatani dan memfasilitasi tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak," katanya.

Berawal dari Laporan ke Call Center 110

Sebelumnya, dugaan penyekapan terhadap seorang perempuan di wilayah Kecamatan Cibeureum sempat menghebohkan masyarakat setelah korban menghubungi layanan darurat kepolisian 110 pada Senin (29/6/2026) pagi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Unit Patroli Motor (Pamapta), Satreskrim, dan Polsek Cibeureum Polres Tasikmalaya Kota bersama Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya langsung mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat korban berada.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait guna mengetahui kronologi sebenarnya.

Saat itu, pihak kepolisian juga mengamankan korban dan pihak yang dilaporkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dalam proses penyelidikan.

Polisi Lakukan Penyelidikan Awal

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas saat penanganan awal, korban diketahui pernah bekerja di sebuah koperasi yang berkaitan dengan pihak terlapor. Dari informasi yang diperoleh, terdapat persoalan utang piutang yang menjadi salah satu latar belakang permasalahan tersebut.

Polisi juga menerima keterangan bahwa korban telah berada di lokasi selama beberapa hari sebelum laporan diterima. Meski demikian, seluruh fakta dan keterangan yang diperoleh saat itu masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.

Sementara itu, Ketua RT setempat mengaku tidak mengetahui secara pasti akar persoalan yang terjadi. Ia baru mengetahui adanya dugaan penyekapan setelah petugas kepolisian datang ke lokasi.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kedua belah pihak telah menempuh jalur musyawarah dan mencapai kesepakatan secara kekeluargaan. Orang tua korban pun memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik tanpa berlanjut ke konflik yang lebih panjang.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement