Ikuti Kami :

Disarankan:

Panen Perdana Benih Bawang Merah Permata Galuh Capai 16 Ton, Ciamis Bidik Jadi Sentra Pembenihan Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 17:07 WIB
Panen Perdana Benih Bawang Merah Permata Galuh Capai 16 Ton, Ciamis Bidik Jadi Sentra Pembenihan Nasional
Panen Perdana Benih Bawang Merah Permata Galuh Capai 16 Ton, Ciamis Bidik Jadi Sentra Pembenihan Nasional. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Kabupaten Ciamis berhasil mencatat sejarah baru dengan panen perdana benih bawang merah unggulan Permata Galuh.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Kabupaten Ciamis mencatat sejarah baru di sektor pertanian dengan keberhasilan panen perdana benih bawang merah unggulan Permata Galuh. 

Program pembenihan yang digagas bersama Kelompok Tani Satria Perkasa Nusantara ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan benih dari luar daerah.

Panen perdana yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, Kelompok Tani Satria Perkasa Nusantara, serta Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah. Kegiatan ini menjadi tonggak awal pengembangan Ciamis sebagai salah satu daerah penghasil benih bawang merah berkualitas di Jawa Barat.

Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah mengapresiasi inovasi dan kerja keras para petani yang berhasil mengembangkan pembenihan bawang merah secara mandiri. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa sektor pertanian di Ciamis memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi penopang ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan panen perdana benih bawang merah unggulan yang diberi nama Permata Galuh. Ini menjadi kebanggaan bagi Ciamis karena kini mampu menghasilkan benih bawang merah sendiri dengan kualitas yang sangat baik,” ujarnya.

Produktivitas Menjanjikan, Capai 16 Ton dari Dua Hektare

Program pembenihan bawang merah Permata Galuh dikembangkan melalui proyek percontohan di lahan seluas dua hektare. Setelah menjalani masa tanam sekitar 80 hari, hasil panen menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi.

Dari lahan tersebut, potensi produksi mencapai sekitar delapan ton per hektare atau hampir 16 ton untuk keseluruhan area tanam. Angka tersebut dinilai sangat menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut di masa mendatang.

Selain membudidayakan bawang merah, para petani juga menerapkan sistem tumpangsari dengan menanam komoditas lain seperti jahe gajah, cabai ori, dan jagung. Pola tanam ini dianggap mampu meningkatkan efisiensi lahan sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi petani.

Solusi Keterbatasan Benih dan Tingkatkan Nilai Ekonomi Petani

Ketua Kelompok Tani Satria Perkasa Nusantara, Endang, mengatakan keberhasilan panen perdana ini menjadi momentum penting bagi petani Ciamis. Selama ini, salah satu kendala utama yang dihadapi petani bawang merah adalah keterbatasan pasokan benih berkualitas.

Dengan hadirnya benih Permata Galuh, kebutuhan benih diharapkan dapat dipenuhi dari produksi lokal sehingga lebih mudah diperoleh dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Dari lahan setengah hektare saja kami berhasil menghasilkan sekitar 3,5 ton. Jika dihitung per hektare, produksinya bisa mencapai tujuh hingga delapan ton. Ini menjadi peluang besar bagi petani untuk mengembangkan usaha pembenihan,” jelasnya.

Menurut Endang, saat ini harga benih bawang merah berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, jauh lebih menguntungkan dibandingkan menjual bawang sebagai komoditas konsumsi. Bahkan, benih Permata Galuh sudah mulai mendapat banyak pesanan dari berbagai daerah.

Dukung Ketahanan Pangan dan Pasok Daerah Tetangga

Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi awal terbentuknya sentra pembenihan bawang merah di Kabupaten Ciamis. Dengan kapasitas produksi yang terus ditingkatkan, Ciamis berpeluang menjadi pemasok benih maupun bawang merah untuk sejumlah wilayah di Priangan Timur.

Kapolres Ciamis berharap kolaborasi antara petani, pemerintah, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap ke depan produksi bawang merah di Ciamis semakin berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan daerah sekitar seperti Tasikmalaya, Banjar, hingga Pangandaran. Ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Dengan lahirnya benih unggulan Permata Galuh, Kabupaten Ciamis kini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pembenihan bawang merah yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement