Ikuti Kami :

Disarankan:

Pasanggiri Jaipongan Kala Darma Jadi Panggung Pelestarian Budaya Sunda di Milangkala DAMAS ke-70

Minggu, 13 September 2026 | 11:08 WIB
Pasanggiri Jaipongan Kala Darma Jadi Panggung Pelestarian Budaya Sunda di Milangkala DAMAS ke-70
Pasanggiri Jaipongan Kala Darma Jadi Panggung Pelestarian Budaya Sunda di Milangkala DAMAS ke-70. Foto: Istimewa

Pasanggiri Jaipongan Kala Darma se-Jawa Barat yang digelar DAMAS Tasikmalaya dalam rangka Milangkala DAMAS ke-70 berlangsung meriah di Plaza Asia Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Semangat pelestarian seni budaya Sunda menggema dalam gelaran Pasanggiri Jaipongan Kala Darma se-Jawa Barat yang diselenggarakan Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS) Tasikmalaya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Milangkala DAMAS ke-70 yang berlangsung di area Parkir Plaza Asia Tasikmalaya, Sabtu (12/9/2026).

Ajang seni tradisional ini berhasil menarik perhatian masyarakat dengan menghadirkan puluhan penari muda dari berbagai daerah di Jawa Barat. Sebanyak 66 peserta tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam seni tari Jaipongan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sejak pagi hingga malam hari, suasana kompetisi berlangsung meriah. Para peserta bergantian menampilkan gerakan tari yang memadukan keluwesan, ketepatan teknik, serta penghayatan terhadap seni budaya khas Tatar Sunda.

Ketua Pelaksana Pasanggiri Jaipongan Kala Darma, Pepi M. Subagja, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Menurutnya, keberadaan pasanggiri menjadi ruang positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengasah bakat sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya Sunda yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berani tampil, mengembangkan kemampuan, dan semakin mencintai seni budaya Sunda, khususnya Jaipongan,” ujarnya.

Pepi menilai tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki daya tarik kuat di kalangan generasi muda. Karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar dengan cakupan yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang.

Selain menjadi ajang kompetisi, pasanggiri ini juga menjadi wadah apresiasi bagi para pelaku seni muda yang selama ini aktif mengembangkan kemampuan di bidang tari tradisional. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga eksistensi Jaipongan di tengah perkembangan budaya modern.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan piala kepada para juara. Hadir mewakili Pemerintah Kota Tasikmalaya, Plt Asisten Daerah (Asda) I Ade Hendar yang secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, termasuk juara umum Pasanggiri Jaipongan Kala Darma se-Jawa Barat.

Partisipasi pemerintah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya daerah. Jaipongan dinilai sebagai salah satu identitas budaya Sunda yang harus terus diperkenalkan kepada generasi penerus agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Melalui peringatan Milangkala DAMAS ke-70, organisasi mahasiswa berbasis budaya Sunda itu kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.

Pasanggiri Jaipongan Kala Darma tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menghadirkan pesan penting bahwa seni tradisional akan tetap hidup apabila terus diberi ruang untuk berkembang, berkreasi, dan diapresiasi oleh masyarakat.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement