Ikuti Kami :

Disarankan:

PEKRAF 2026 Kota Tasikmalaya Resmi Ditutup, Wamen Ekraf Apresiasi Kreativitas dan Identitas Lokal

Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:57 WIB
PEKRAF 2026 Kota Tasikmalaya Resmi Ditutup, Wamen Ekraf Apresiasi Kreativitas dan Identitas Lokal
PEKRAF 2026 Kota Tasikmalaya Resmi Ditutup, Wamen Ekraf Apresiasi Kreativitas dan Identitas Lokal. Foto: Istimewa

PEKRAF 2026 di Atrium Plaza Asia Tasikmalaya resmi ditutup setelah berlangsung pada 17–20 Oktober 2026 dengan menampilkan potensi 21 subsektor ekonomi kreatif dan layanan Cek Kesehatan Gratis.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Gelaran Pekan Ekonomi Kreatif (PEKRAF) 2026 di Atrium Plaza Asia Tasikmalaya resmi berakhir dengan sejumlah catatan positif. Berlangsung selama empat hari, 17–20 Oktober 2026, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya ini menampilkan potensi 21 subsektor ekonomi kreatif sekaligus menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pengunjung.

Penutupan PEKRAF 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) RI, Irene Umar.

Keduanya menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan potensi pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas lokal Kota Tasikmalaya.

Wamen Ekraf RI, Irene Umar, secara khusus mengapresiasi pendekatan kepemimpinan Wali Kota Viman yang dinilainya humanis dan inklusif. Menurutnya, penggunaan karakter lokal, mulai dari Cepot hingga maskot Tata dan Titi, menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

"Beruntung warga Tasik punya Pak Wali Viman yang sangat peduli. Dari Cepot sampai lahirnya Titi dan Tata, itu simbol cinta dan bagaimana beliau merangkul semua lapisan, beliau merangkul semua lapisan," kata Irene, Jumat (23/10/2026).

Selain mengapresiasi pemerintah daerah, Irene juga memberikan pujian kepada Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Tasikmalaya yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan baik meskipun waktu persiapannya terbatas.

"Saya senang sekali lihat antusiasmenya. Gekrafs di bawah Kang Deden itu gerakannya optimis. Padahal persiapan dikasih waktu mepet, tapi hasilnya luar biasa," ujarnya.

Menurut Irene, keberhasilan PEKRAF 2026 juga menunjukkan kemampuan pelaku ekonomi kreatif dalam membaca peluang pasar. Salah satunya melalui pengembangan karakter lokal Tata dan Titi menjadi produk turunan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menilai penguatan identitas daerah melalui karakter khas berpotensi menjadi pembeda produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin luas.

"Di Indonesia produk UMKM itu berjuta, tapi Tasik punya identitas sendiri. Punya Tata dan Titi itu harus bangga," tegasnya.

Gekrafs Didorong Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Gekrafs dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PEKRAF 2026.

Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya.

"Kita jaga cita-cita besar kita bersama. Terima kasih untuk semua pengurus Gekrafs Kota Tasikmalaya," ujar Viman.

Ketua Gekrafs Kota Tasikmalaya, Dede Khairul, menyebut keberhasilan PEKRAF 2026 merupakan hasil kerja bersama seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi faktor penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

"Ini bukan kerja satu orang, ini gotong royong panitia Pekrafs. Teman-teman luar biasa kreatif dan kerja keras. Buktinya Tasik ini gudangnya orang-orang kreatif dan inovatif," ungkap Dede.

Ia menegaskan, Gekrafs Kota Tasikmalaya akan terus berupaya memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program dan karya yang mendukung perkembangan ekonomi kreatif daerah.

"Prinsip kami di Gekrafs jelas, mindset kami adalah berbuat sesuatu, bukan menuntut sesuatu. Mudah-mudahan kami bisa terus berkontribusi untuk Kota Tasikmalaya," pungkasnya.

Berakhirnya PEKRAF 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi penutup sebuah agenda perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM untuk mengembangkan potensi lokal, memperluas pasar, serta membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin