TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya akan segera mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat untuk revitalisasi atap salah satu ruang kelas di SMPN 17 Kota Tasikmalaya yang roboh.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, usai menghadiri sebuah acara di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (10/8/2026) pagi.
"Kita ajukan ke pusat untuk revitalisasi, mohon doanya," ujar Rojab kepada wartawan.
Rojab menegaskan, berkas pengajuan bantuan revitalisasi tersebut akan dikirimkan secepatnya. Ia menjelaskan, langkah berkonsultasi dan meminta bantuan ke pemerintah pusat terpaksa diambil lantaran keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya yang sedang mengalami efisiensi.
"Hari ini kita ajukan. Ya karena gak mampu, gak mampu. Tapi ini sebagai usaha," ungkapnya.
Mengenai besaran anggaran yang diusulkan, Rojab menyebut nominalnya disesuaikan dengan hasil penilaian teknis yang dilakukan oleh tim ahli di lapangan. Kendati demikian, ia berharap bantuan yang dialokasikan pusat bisa lebih maksimal agar dapat memperbaiki fasilitas penunjang lainnya.
"Kalau pengajuan sesuai dengan asessment kemarin. Tapi kita berharap kalau bantuan jangan ini juga yah. Lebih besar juga, agar bisa ganti yang lain," jelasnya.
Dampak Gempa Pangandaran, Kegiatan Belajar Dipindahkan
Lebih lanjut, Rojab mengungkapkan bahwa ambruknya atap bangunan di sekolah tersebut merupakan dampak dari guncangan gempa bumi yang berpusat di Pangandaran beberapa waktu lalu dan getarannya terasa kuat hingga ke wilayah Kota Tasikmalaya.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menjamin keselamatan para siswa, Disdik bersama pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan mengosongkan ruang kelas di sekitar lokasi kejadian.
"Selain ruang kelas 8 yang rusak, kita gak mau ambil risiko, jadi yang sebalah kiri dann kanan itu rombelnya kita pindahkan ke bawah, salah satu di masjid, ke perpusatan dan lab. Yang pasti tidak menganggu proses belajar," pungkasnya.