Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemuda Tasikmalaya Diduga Telantar di Papua Usai Tergiur Loker di Facebook, Keluarga Minta Bantuan Disnaker

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:44 WIB
Pemuda Tasikmalaya Diduga Telantar di Papua Usai Tergiur Loker di Facebook, Keluarga Minta Bantuan Disnaker
Pemuda Tasikmalaya Diduga Telantar di Papua Usai Tergiur Loker di Facebook, Keluarga Minta Bantuan Disnaker. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Kasus penipuan lowongan kerja melalui media sosial kembali terjadi. Seorang pemuda asal Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, bernama Wildan Firdaus (25), diduga terlantar di Timika, Papua, setelah menerima tawaran kerja dari Facebook.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kasus penipuan lowongan kerja melalui media sosial kembali terjadi. Seorang pemuda asal Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, bernama Wildan Firdaus (25), diduga terlantar di Timika, Papua, setelah menerima tawaran kerja dari Facebook.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi, Wildan justru mengalami nasib sebaliknya. Ia dilaporkan bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) cumi tanpa menerima upah selama berbulan-bulan. Saat ini, ia dalam kondisi kesulitan dan berupaya mencari jalan untuk pulang ke Tasikmalaya.

Keluarga korban, didampingi Pospera Kota Tasikmalaya, mendatangi Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya pada Selasa (5/5/2026) siang, guna meminta bantuan pemulangan.

Kakak korban, Andri Maulana, mengungkapkan bahwa adiknya sempat hilang kontak setelah dijemput travel dari Tegal.

“Adik saya hilang kontak sekitar sebulan setelah dijemput dari Tegal. Tujuh bulan kemudian baru diketahui bekerja sebagai ABK kapal cumi di Timika,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama bekerja, Wildan tidak menerima gaji dan hanya mendapatkan makan seadanya. Bahkan, untuk kebutuhan komunikasi seperti membeli kuota, ia harus meminta bantuan dari keluarga.

“Awalnya diiming-imingi gaji Rp4 juta dari Facebook. Tapi kenyataannya tidak sesuai. Dia tidak digaji dan harus bekerja keras di kapal yang sedang bersandar karena cuaca buruk. Diduga ada pihak ketiga dalam perekrutan ini,” jelasnya.

Keluarga berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya, termasuk Wali Kota, Disnaker, hingga pihak kepolisian dapat membantu proses pemulangan Wildan ke kampung halamannya.

Sementara itu, perwakilan Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Tasikmalaya, Iman Robbani, menyatakan pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam penyaluran tenaga kerja tersebut.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Disnaker Tegal, karena lowongan kerja dari media sosial biasanya tidak terdaftar secara resmi, tidak ada perjanjian kerja, serta hak pekerja seperti gaji dan asuransi tidak jelas,” ungkapnya.

Untuk proses pemulangan, Disnaker akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, mengingat keterbatasan anggaran.

“Untuk pemulangan, kemungkinan akan melibatkan Dinas Sosial. Kami akan susun kronologi terlebih dahulu sebelum dilaporkan ke pimpinan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap informasi lowongan kerja di media sosial, terutama yang menjanjikan gaji besar tanpa kejelasan legalitas.

“Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya juga ada di Lampung. Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak mudah tergiur dan lebih memilih informasi resmi, salah satunya melalui akun ‘Hayu Gawe’,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement