Ikuti Kami :

Disarankan:

Penataan Kompleks Olahraga Dadaha Tasikmalaya, Warga: Jangan Hanya Wacana

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:11 WIB
Watermark
Penataan Kompleks Olahraga Dadaha Tasikmalaya, Warga: Jangan Hanya Wacana. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Rencana Pemkot Tasikmalaya menata Kompleks Olahraga Dadaha mendapat dukungan dari masyarakat. Warga menilai penataan diperlukan untuk mengatasi persoalan parkir, trotoar, dan keberadaan pedagang yang mengganggu kenyamanan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk melakukan penataan menyeluruh di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha mendapat respons positif dari masyarakat. Namun, warga berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan dan segera direalisasikan demi menciptakan kawasan olahraga dan ruang publik yang lebih tertata.

Pemkot Tasikmalaya saat ini tengah menyusun konsep penataan kawasan Dadaha melalui tim khusus yang dibentuk untuk mengkaji berbagai aspek. Penataan tersebut mencakup pengelolaan ruang publik, area parkir, hingga keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas di kawasan tersebut.

Sebagai salah satu ikon olahraga dan ruang terbuka publik terbesar di Kota Tasikmalaya, Dadaha setiap hari menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, rekreasi keluarga, hingga kegiatan ekonomi. Namun, seiring meningkatnya aktivitas, sejumlah persoalan mulai muncul, seperti parkir yang semrawut, penggunaan trotoar yang tidak sesuai fungsi, hingga pedagang yang berjualan di area yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung.

Azni (18), warga Kecamatan Bungursari yang rutin berolahraga di Dadaha, mengaku mendukung penuh rencana penataan tersebut. Menurutnya, kawasan itu memang sudah lama membutuhkan pembenahan agar lebih nyaman bagi masyarakat.

Ia menilai keberadaan pedagang di sejumlah titik, termasuk di sekitar jogging track dan trotoar, sering kali mengganggu aktivitas olahraga maupun pejalan kaki. Selain itu, kendaraan yang parkir di sejumlah area juga kerap membuat kawasan terlihat kurang tertib.

“Kalau memang jadi ditata tentu bagus. Dadaha merupakan ruang publik yang sangat penting bagi masyarakat. Harapannya fasilitas untuk olahraga dan pejalan kaki bisa lebih nyaman dan tidak terganggu,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan Nurul Hayati (30), warga Kecamatan Cihideung. Ia menyambut baik rencana penataan kawasan Dadaha, namun berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada tahap wacana seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, masyarakat sudah lama mendengar rencana pembenahan kawasan tersebut, tetapi hingga kini belum terlihat perubahan yang signifikan. “Kalau memang akan ditata tentu sangat baik. Yang penting jangan hanya menjadi rencana tanpa realisasi. Masyarakat ingin melihat perubahan nyata,” katanya.

Meski mendukung penataan, Nurul mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan nasib para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan di kawasan Dadaha. Ia berharap Pemkot dapat menyiapkan solusi yang adil sehingga penataan tidak menimbulkan dampak sosial bagi pelaku usaha kecil.

“Pedagang juga bagian dari aktivitas di Dadaha. Kalau nanti ditata, sebaiknya mereka tetap diberikan tempat yang layak dan nyaman untuk berjualan,” tambahnya.

Penataan Kompleks Olahraga Dadaha dinilai penting untuk meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus mendukung wajah Kota Tasikmalaya yang lebih tertib, nyaman, dan representatif. Dengan konsep yang matang dan pelaksanaan yang tepat, kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi pusat olahraga, rekreasi, dan ekonomi masyarakat yang lebih modern tanpa mengabaikan kepentingan seluruh pihak yang terlibat.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret Pemkot Tasikmalaya untuk merealisasikan rencana tersebut agar kawasan Dadaha dapat berkembang menjadi ruang publik yang lebih tertata dan membanggakan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement