Ikuti Kami :

Disarankan:

Perhutani KPH Tasikmalaya Ikuti Bimtek Penguatan KTH, Dorong Digitalisasi dan Pengembangan Agroforestri Kopi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:53 WIB
Perhutani KPH Tasikmalaya Ikuti Bimtek Penguatan KTH, Dorong Digitalisasi dan Pengembangan Agroforestri Kopi
Perhutani KPH Tasikmalaya Ikuti Bimtek Penguatan KTH, Dorong Digitalisasi dan Pengembangan Agroforestri Kopi. Foto: Istimewa

Perhutani KPH Tasikmalaya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) yang digelar BPHL Wilayah VII Ciamis di Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) yang digelar di Aula Desa Kiarajangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah VII Ciamis tersebut bertujuan memperkuat kapasitas Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam menjalankan kemitraan kehutanan secara produktif, profesional, dan berkelanjutan.

Bimtek diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Perhutani KPH Tasikmalaya, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI, narasumber dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Wilayah IV Kadipaten, praktisi agroforestri kopi, hingga puluhan perwakilan LMDH dan KTH dari berbagai wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya Rodiana Rahman bersama Tim Pengembangan Usaha KPH Tasikmalaya.

Tingkatkan Kapasitas Mitra Kehutanan

Dalam kegiatan yang berlangsung hingga sore hari itu, peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait pengelolaan kehutanan berbasis kemitraan. Materi yang diberikan meliputi kebijakan kemitraan kehutanan dan digitalisasi, manajemen jasa lingkungan wisata alam, hingga pengembangan agroforestri kopi sebagai salah satu sektor unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain memperkuat pemahaman mengenai tata kelola kehutanan, bimtek juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung administrasi dan pengelolaan usaha kehutanan yang lebih efektif.

Rodiana Rahman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam mendampingi dan memperkuat kapasitas para mitra kehutanan agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program kemitraan kehutanan di lapangan.

“Penguatan kapasitas ini sangat krusial agar pengelolaan hutan di lapangan dapat berjalan tertib administrasi melalui sistem digital seperti SIPUHH dan SIPNBP. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha jasa lingkungan dan agroforestri kopi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan,” ujar Rodiana.

Digitalisasi Jadi Kunci Pengelolaan Hutan Modern

Rodiana menambahkan, Tim Pengembangan Usaha KPH Tasikmalaya siap memberikan pendampingan langsung kepada kelompok tani dan LMDH agar program kemitraan kehutanan dapat berjalan secara produktif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala BPHL Wilayah VII Ciamis, Hendra, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci keberhasilan pengelolaan hutan berbasis kemitraan.

Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut kelompok tani untuk mampu beradaptasi dengan sistem digital yang kini menjadi bagian penting dalam tata kelola kehutanan modern.

“Kami ingin mitra KTH dan LMDH mampu menggunakan sistem digital dengan baik serta memiliki kemampuan mengelola jasa lingkungan dan agroforestri secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan,” kata Hendra.

Agroforestri Kopi Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Warga

Salah satu fokus utama dalam bimtek tersebut adalah pengembangan agroforestri kopi, yang dinilai memiliki prospek besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar kawasan hutan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Melalui pola agroforestri, masyarakat dapat memanfaatkan lahan secara produktif dengan mengombinasikan tanaman kehutanan dan komoditas pertanian, sehingga tercipta keseimbangan antara fungsi ekologis dan manfaat ekonomi.

Dengan adanya kegiatan ini, Perhutani KPH Tasikmalaya berharap kapasitas KTH dan LMDH semakin meningkat sehingga mampu mengelola potensi hutan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat serta pelestarian hutan di Kabupaten Tasikmalaya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement