Ikuti Kami :

Disarankan:

Perhutani KPH Tasikmalaya Salurkan Bantuan Green House Rp25 Juta untuk KTH Citundun

Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:18 WIB
Perhutani KPH Tasikmalaya Salurkan Bantuan Green House Rp25 Juta untuk KTH Citundun
Perhutani KPH Tasikmalaya Salurkan Bantuan Green House Rp25 Juta untuk KTH Citundun. Foto: Istimewa

Perhutani KPH Tasikmalaya menyerahkan bantuan TJSL Non PUMK senilai Rp25 juta berupa pembangunan green house kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Citundun di Kampung Anaka, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Non Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (Non PUMK) berupa pembangunan green house senilai Rp25 juta kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Citundun. 

Bantuan tersebut diserahkan langsung di Kampung Anaka, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan hutan lestari sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penyediaan bibit tanaman kehutanan.

Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Administratur/Kepala KPH Tasikmalaya Danu Prasetyo, jajaran manajemen Perhutani KPH Tasikmalaya, anggota Polisi Kehutanan Mobil (Polhutmob), KRPH Sukaraja, pengurus KTH Citundun, serta tokoh masyarakat setempat.

Green House untuk Perkuat Persemaian Bibit Kehutanan

Administratur/Kepala KPH Tasikmalaya Danu Prasetyo menjelaskan bahwa program TJSL Non PUMK merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, pembangunan green house akan menjadi sarana penting dalam mendukung kegiatan persemaian bibit tanaman kehutanan, tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS), serta berbagai tanaman produktif yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.

“Program TJSL ini merupakan wujud komitmen Perhutani dalam menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat dan lingkungan. Kami ingin mendorong masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan kehutanan yang produktif,” ujar Danu.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung program penghijauan, pengayaan tegakan, penanaman pohon, hingga pengembangan sistem agroforestri yang berkelanjutan di wilayah sekitar kawasan hutan.

Jadi Pusat Pembelajaran Kelompok Tani Hutan

Selain berfungsi sebagai tempat persemaian, green house yang dibangun juga akan dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran bagi anggota Kelompok Tani Hutan Citundun.

Melalui fasilitas tersebut, anggota kelompok dapat mempelajari teknik persemaian yang baik dan benar sehingga mampu menghasilkan bibit berkualitas, sehat, serta memiliki tingkat keberhasilan tanam yang tinggi.

Bibit yang dihasilkan nantinya tidak hanya digunakan untuk mendukung rehabilitasi kawasan hutan, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai program penghijauan lingkungan dan pengembangan usaha kehutanan berbasis masyarakat.

Danu menegaskan bahwa pembangunan green house merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian kelompok tani dalam memenuhi kebutuhan bibit tanaman kehutanan secara berkelanjutan.

Perhutani Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Melalui program TJSL Non PUMK, Perhutani KPH Tasikmalaya terus memperkuat sinergi dengan kelompok tani hutan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola hutan yang berkelanjutan.

Program ini juga sejalan dengan agenda Perhutani dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar kawasan hutan.

Menurut Danu, keberhasilan pengelolaan hutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara Perhutani dan masyarakat agar fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan dapat terus terjaga.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, meningkatkan tutupan vegetasi, memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan, serta menciptakan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.

KTH Citundun Apresiasi Dukungan Perhutani

Sementara itu, Ketua KTH Citundun Eem Tatang Herliyana menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Perhutani KPH Tasikmalaya melalui bantuan pembangunan green house tersebut.

Menurutnya, fasilitas yang diberikan akan sangat membantu kelompok tani dalam meningkatkan kapasitas persemaian bibit tanaman kehutanan maupun tanaman produktif lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Tasikmalaya atas bantuan pembangunan green house senilai Rp25 juta ini. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan persemaian dan pengembangan usaha kelompok,” ujar Eem.

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen mengelola fasilitas tersebut secara optimal agar dapat memberikan manfaat bagi anggota kelompok maupun masyarakat sekitar.

Dengan hadirnya green house tersebut, KTH Citundun diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak rehabilitasi hutan dan penghijauan di wilayah Tasikmalaya, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya hutan yang produktif dan berkelanjutan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement