Ikuti Kami :

Disarankan:

Peringati Harganas Ke-33, Wali Kota Tasikmalaya: Momen Refleksi Pentingnya Peran Keluarga di Tengah Derasnya Perubahan Zaman

Senin, 06 Juli 2026 | 14:51 WIB
Peringati Harganas Ke-33, Wali Kota Tasikmalaya: Momen Refleksi Pentingnya Peran Keluarga di Tengah Derasnya Perubahan Zaman
Peringati Harganas Ke-33, Wali Kota Tasikmalaya: Momen Refleksi Pentingnya Peran Keluarga di Tengah Derasnya Perubahan Zaman. Foto: Kristian.

Memimpin upacara Harganas ke-33 di Lapangan Bale Kota, Senin (6/7/2026) pagi, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan mengingatkan pentingnya ketahanan keluarga di era VUCA.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Kota Tasikmalaya digelar di Lapangan Bale Kota pada Senin (6/7/2026) pagi. Upacara yang dirangkaikan dengan apel bersama tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan.

Menurut Viman, peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan biasa, melainkan menjadi momentum refleksi mendalam mengenai pentingnya peran keluarga di tengah derasnya perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama sebuah bangsa dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Jika institusi keluarga rapuh, arus perkembangan zaman dikhawatirkan akan menggilas masa depan anak-anak dan memecah keharmonisan domestik. Oleh karena itu, ketangguhan sebuah keluarga bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan yang sangat mutlak.

Lebih jauh, Viman memaparkan bahwa tantangan yang dihadapi keluarga masa kini tidak lagi sebatas pada persoalan ekonomi. Pergeseran nilai sosial, pengaruh media sosial, hingga ancaman siber kini menjadi ujian baru bagi para orang tua dalam pola pengasuhan anak.

"Saat ini dunia berada di era VUCA, atau Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Gejolak perubahan cepat, ketidakpastian, kerumitan masalah, hingga disrupsi teknologi masuk langsung ke dalam rumah melalui gawai," kata Viman.

Di samping itu, ia juga menyoroti pentingnya kehadiran dan peran seorang ayah dalam pola asuh anak. Keterlibatan aktif figur ayah di dalam rumah dinilai sangat memengaruhi faktor kestabilan emosi anak secara signifikan.

"Saya mengimbau kepada orang tua untuk membatasi screen time (waktu menatap layar gawai) anak dan mengembalikan kehangatan komunikasi di meja makan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tasikmalaya turut menyinggung peluang besar yang sedang dialami Indonesia, yakni bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Peluang emas ini hanya datang sekali dan menjadi jembatan utama menuju visi Indonesia Emas.

"Namun, saya juga mengingatkan, bonus demografi bisa menjadi bencana jika tidak diiringi dengan peningkatan kualitas SDM. Kuncinya ada di tiga pilar, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental," bebernya.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bergotong-royong memenuhi kecukupan gizi anak sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) guna mencegah terjadinya tengkes (stunting).

"Kuatkan karakter di rumah sebagai madrasah pertama, dan jadikan keluarga sebagai pelabuhan emosional agar anak tumbuh resilien (tangguh)," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement