Ikuti Kami :

Disarankan:

Pesona Curug Ciparay Cigalontang: Air Terjun Kembar Eksotis di Tasikmalaya yang Ramai Diburu Wisatawan

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:13 WIB
Pesona Curug Ciparay Cigalontang: Air Terjun Kembar Eksotis di Tasikmalaya yang Ramai Diburu Wisatawan
Pesona Curug Ciparay Cigalontang: Air Terjun Kembar Eksotis di Tasikmalaya yang Ramai Diburu Wisatawan. Foto: Kristian.

Curug Ciparay di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya kini menjadi destinasi wisata alam favorit berkat akses jalan hotmix yang mulus (14/7/2026). Menyajikan pesona air terjun kembar setinggi 90 meter dan 70 meter, tiket masuknya hanya dibanderol Rp 10.000.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kabupaten Tasikmalaya seolah tidak pernah kehabisan pesona wisata alamnya. Salah satu destinasi yang kini tengah naik daun dan menjadi idola baru para pelancong adalah Curug Ciparay. Destinasi air terjun kembar eksotis ini menawarkan kombinasi kesegaran air pegunungan dan keasrian hutan kelolaan yang memanjakan mata.

Secara administratif, Curug Ciparay terletak di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Leuwisari, Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Uniknya, destinasi ini menyuguhkan pemandangan dua aliran air terjun sekaligus (curug kembar) berdampingan dengan ketinggian masing-masing mencapai 90 meter dan 70 meter.

Dengan debit air yang tergolong besar, hempasan uap air (spray) di sekitar lokasi siap membasahi siapa saja yang mendekat. Namun, sensasi basah kuyup tersebut justru menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin melepas penat di bawah rindangnya pepohonan hijau yang lebat dan asri.

Tak heran jika kini Curug Ciparay tidak hanya memikat warga lokal Priangan Timur saja, melainkan juga diburu oleh pelancong dari berbagai kota di Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga Jawa Tengah.

Bagi wisatawan yang tertarik berkunjung, destinasi ini berjarak sekitar 12 kilometer dari Alun-Alun Singaparna, pusat ibu kota Kabupaten Tasikmalaya. Kabar baiknya, kenyamanan perjalanan kini jauh lebih terjamin karena akses jalan menuju lokasi Curug Ciparay sudah diaspal mulus (hotmix).

Keberhasilan penataan kawasan ini tidak terlepas dari sinergi apik dalam pengelolaan pariwisata yang dijalankan oleh Pemerintah Desa Cidugaleun berkolaborasi dengan Perhutani. Dampaknya, fasilitas penunjang di lokasi, termasuk lapak-lapak pedagang makanan, kini semakin tertata rapi dan ramai.

Menurut Petugas Wisata Curug Ciparay, Dede Sudrajat, tren lonjakan kunjungan wisatawan mulai terasa signifikan sejak akhir tahun 2025, tepat setelah infrastruktur jalan selesai diperbaiki. Memasuki musim liburan sekolah tahun 2026 ini, antusiasme pelancong kian tidak terbendung.

"Kalau antusiasme, alhamdulillah ada kenaikan dibanding hari biasa. Per hari rata-rata kunjungan mencapai 50 orang," ujar Dede Sudrajat saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7/2026) pagi. 

"Meskipun musim liburan, puncak kunjungan tetap terjadi di hari Sabtu dan Minggu dengan lonjakan yang sangat signifikan. Pengunjung terjauh ada yang datang dari Depok, Jakarta, bahkan hingga Jawa Tengah," sambungnya.

Untuk menikmati keindahan air terjun kembar ini, wisatawan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Retribusi tiket masuk dan tarif parkir kendaraan di Curug Ciparay dipatok dengan harga yang sangat ramah di kantong. Tiket Masuk per orang Rp 10.000, Parkir Sepeda Motor Rp 3.000, Parkir Mobil Rp 10.000.

Guna menjaga kelestarian alam sekitar, Dede mengimbau kepada seluruh wisatawan yang datang agar senantiasa menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan di area curug. Dari sisi pengelola sendiri, rutinitas pengangkutan sampah dari kawasan wisata ke tempat pembuangan dilakukan secara berkala setiap seminggu sekali.

Melonjaknya angka kunjungan wisata ke Curug Ciparay turut membawa berkah tersendiri bagi perekonomian warga lokal yang membuka lapak dagangan di sekitar area wisata. Salah satunya dirasakan langsung oleh Endang (37), seorang pedagang makanan di kawasan jalur setapak menuju air terjun.

"Alhamdulillah, terasa pisan peningkatannya. Apalagi pas libur panjang kemarin, pengunjung sangat ramai," ungkap Endang dengan rona bahagia.

Meskipun terdapat beberapa lapak pedagang di area bawah dekat air terjun, Endang memilih bertahan di area jalur atas karena dinilai lebih strategis dan mudah dijangkau oleh seluruh pengunjung yang baru datang.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement