Ikuti Kami :

Disarankan:

Polres Ciamis Kerahkan 83 Personel dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, Ini Sasaran Pelanggarannya

Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:22 WIB
Polres Ciamis Kerahkan 83 Personel dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, Ini Sasaran Pelanggarannya
Polres Ciamis Kerahkan 83 Personel dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, Ini Sasaran Pelanggarannya. Foto:

Polres Ciamis mengerahkan 83 personel dalam Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Polres Ciamis mengerahkan 83 personel untuk melaksanakan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, mulai dari tidak menggunakan helm hingga penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Operasi Patuh Lodaya 2026 diawali dengan apel gelar pasukan di Mapolres Ciamis, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di wilayah Jawa Barat.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Anjar Maulana mengatakan, pelaksanaan operasi mengacu pada arahan dalam surat telegram (STR) Polda Jawa Barat.

Menurutnya, petugas akan mengedepankan langkah edukasi dan pencegahan, disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Polres Ciamis melaksanakan apel gelar pasukan pada hari Senin, tanggal 26 Oktober, untuk pelaksanaannya sampai dengan 14 hari ke depan, hingga tanggal 8 November,” kata Anjar saat ditemui, Selasa (27/10/2026).

Ini Sasaran Pelanggaran Operasi Patuh Lodaya 2026

Anjar menjelaskan, terdapat sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran dalam Operasi Patuh Lodaya 2026. Untuk pengendara kendaraan roda empat atau lebih, petugas menyasar pengemudi maupun penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman serta pengemudi yang melampaui batas kecepatan.

Sementara itu, bagi pengendara sepeda motor, sasaran operasi meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar, memakai knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong, serta menerobos lampu merah.

Sasaran tersebut ditetapkan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya, Polres Ciamis menerapkan tiga pendekatan, yakni preemtif sebesar 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen.

Pendekatan preemtif dilakukan melalui edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat sebelum terjadi pelanggaran. Sementara itu, langkah preventif difokuskan pada upaya pencegahan, sedangkan pendekatan represif dilakukan melalui penegakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan petugas.

Libatkan 83 Personel, Polisi Kedepankan Edukasi

Untuk mendukung kelancaran operasi, Satlantas Polres Ciamis mengerahkan sebanyak 83 personel. Seluruh petugas akan menjalankan tugas sesuai pembagian dan kebutuhan kegiatan di lapangan.

Anjar menegaskan, pengerahan personel tersebut tidak hanya bertujuan melakukan penindakan, tetapi juga meningkatkan kehadiran polisi lalu lintas di tengah masyarakat.

“Kami libatkan semuanya. Berkaitan dengan pembagian tugas, kegiatan preemtif lebih banyak dilakukan, yang maksudnya polisi lalu lintas hadir di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan motto Bapak Kapolri, ‘Polisi Bersama Masyarakat’,” ujarnya.

Polres Ciamis juga mengimbau masyarakat agar menjadikan Operasi Patuh Lodaya 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berkendara.

Pengguna jalan diminta memastikan kelengkapan administrasi, kondisi kendaraan, serta perlengkapan keselamatan sebelum melakukan perjalanan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat supaya tertib berlalu lintas, lengkapi administrasi, baik kelengkapan kendaraan itu sendiri maupun kelengkapan perorangan dalam berkendara,” kata Anjar.

Ia mengingatkan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar untuk menghindari sanksi dari petugas, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Penggunaan helm berstandar, sabuk pengaman, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta ketaatan terhadap lampu lalu lintas merupakan bagian penting dalam mencegah kecelakaan.

Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Ciamis berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat. Kepolisian juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk membangun budaya berkendara yang tertib, aman, dan bertanggung jawab, baik selama operasi berlangsung maupun setelahnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin