Ikuti Kami :

Disarankan:

Agun Gunandjar Soroti Maraknya Politik Uang Pemilu 2024, Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Diperkuat Menuju Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:56 WIB
Agun Gunandjar Soroti Maraknya Politik Uang Pemilu 2024, Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Diperkuat Menuju Pemilu 2029
Agun Gunandjar Soroti Maraknya Politik Uang Pemilu 2024, Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Diperkuat Menuju Pemilu 2029. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen.

Anggota DPR RI Agun Gunandjar menyoroti maraknya politik uang pada Pemilu 2024 dan mendorong penguatan pendidikan pemilih berkelanjutan bagi Gen Z di Ciamis, Senin (26/10/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, menyoroti secara tajam maraknya praktik politik uang (money politics) pada pelaksanaan Pemilu 2024 lalu. Ia mendesak penguatan program pendidikan pemilih secara berkelanjutan guna mendongkrak kualitas demokrasi serta mendorong masyarakat lebih cermat menentukan pilihan menuju Pemilu 2029.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Agun saat menjadi narasumber dalam perhelatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Tyara Plaza, Kabupaten Ciamis, Senin (26/10/2026).

Kegiatan strategis yang digelar bersinergi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Komisi II DPR RI ini menyasar berbagai elemen masyarakat, khususnya kelompok pemilih muda dari kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha. Forum ini dirancang untuk memupuk kesadaran politik sekaligus meletakkan fondasi partisipasi publik yang sehat pada agenda politik mendatang.

Agun menegaskan, edukasi politik bagi pemilih tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan agar warga menyadari sepenuhnya dampak dari setiap hak suara yang mereka salurkan di TPS.

Menurut politisi senior tersebut, pilihan masyarakat dalam bilik suara akan menentukan secara mendasar arah kualitas pemerintahan dan standar pelayanan publik selama lima tahun ke depan.

"Pemilu 2024 yang lalu itu pemilu yang sungguh-sungguh tidak berintegritas. Pemilu yang marak dengan money politic," ujar Agun, Senin (26/10/2026).

Agun menilai, gempuran politik uang berisiko tumpulnya idealisme masyarakat karena lebih mempertimbangkan imbalan materi jangka pendek ketimbang rekam jejak, kapasitas, kapabilitas, dan integritas calon yang akan dipilih.

Oleh sebab itu, ia mendorong agar generasi muda dibekali literasi politik yang matang sebelum menentukan arah dukungannya. Agun turut mengingatkan bahwa keputusan untuk tidak menggunakan hak pilih alias golongan putih (golput) tetap memiliki konsekuensi langsung terhadap kualitas kepemimpinan daerah dan nasional.

Pendidikan Pemilih Masuk Sekolah dan Lonjakan Pemilih Pemula di Ciamis

Guna memperluas daya jangkau pendidikan politik, Agun berencana mendorong ekspansi program serupa hingga masuk ke lingkungan sekolah menengah (SMA/SMK) dan perguruan tinggi di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Langkah ini dinilai krusial mengingat para pelajar SMA dan SMK merupakan kelompok pemilih pemula potensial yang akan menggunakan hak pilih perdananya pada Pemilu 2029 kelak.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Oong Ramdani, mengapresiasi tinggi kolaborasi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 ini. Ia sependapat bahwa pemilu yang ideal membutuhkan tiga pilar utama: pemilih yang cerdas, penyelenggara yang berintegritas, serta produk pimpinan/wakil rakyat yang berkualitas.

"Kami dari KPU menyampaikan apresiasi luar biasa terkait dengan pendidikan pemilih ini," ujar Oong.

Oong menjelaskan, KPU Kabupaten Ciamis saat ini juga intensif menggalakkan program pendidikan pemilih berkelanjutan yang secara khusus menyasar Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan simpul gerakan kepemudaan.

Langkah ini berjalan laras dengan dinamika data kependudukan daerah. Oong mengungkapkan, hasil pemutakhiran data pemilih pada periode semester sebelumnya mencatatkan tren lonjakan pemilih pemula di Kabupaten Ciamis yang diperkirakan mencapai hampir 50 persen.

"Harapan dari KPU, karena setiap penyelengaraan itu dinamis, kami berharap proses pemilu yang akan datang tentunya harus lebih baik daripada pemilu sebelumnya," tegas Oong.

Melalui penguatan pendidikan politik sejak dini, KPU dan DPR RI berharap masyarakat Tatar Galuh Ciamis, khususnya generasi muda, dapat mengambil peran aktif mengawal integritas demokrasi melalui partisipasi yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin