Ikuti Kami :

Disarankan:

Polres Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Kapolres Tekankan Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor

Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:38 WIB
Polres Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Kapolres Tekankan Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor
Polres Ciamis Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Kapolres Tekankan Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor. Foto: Istimewa

Polres Ciamis menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Karhutla sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Ciamis memperkuat kesiapsiagaan melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan yang digelar di Lapangan Apel Mako Polres Ciamis, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Ciamis. Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar*, dan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi, Pasi Ops Kodim 0613/Ciamis Lettu Inf Yudi Mulyadi Slamet, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Ciamis Anang Setiawan, Ketua Pengadilan Negeri Kelas I-B Ciamis Rosnainah, serta Kepala Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Wilayah VII Cucu Adriyawan Noor.

Selain itu, apel juga diikuti oleh unsur Satpol PP, BPBD, Damkar, Polisi Kehutanan (Polhut), Tagana, personel Kodim 0613/Ciamis, jajaran pejabat utama Polres Ciamis, serta personel dari berbagai satuan fungsi Polres Ciamis.

Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran

Dalam amanatnya, AKBP Eko Iskandar menegaskan bahwa kondisi cuaca panas dan lahan yang semakin kering selama musim kemarau dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, menimbulkan gangguan kesehatan akibat paparan asap, serta mengancam keberlangsungan ekosistem.

“Apel gelar pasukan dan peralatan ini merupakan bentuk nyata kesiapan kita, baik dari aspek personel, materiel, maupun sarana dan prasarana. Seluruh instansi terkait harus siap bergerak cepat, tepat, dan terpadu dalam menghadapi potensi Karhutla,” tegas AKBP Eko.

Deteksi Dini dan Patroli Jadi Kunci Pencegahan

Kapolres menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi serta meningkatkan patroli di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, pemanfaatan data hotspot atau titik panas juga dinilai penting untuk mendukung langkah deteksi dini. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi petugas dalam melakukan pemantauan serta mengambil tindakan cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.

“Hilangkan ego sektoral. Koordinasi antarinstansi dan antarposko penanganan di lapangan harus berjalan cepat dan lancar. Kita harus memiliki satu pola tindakan dalam menghadapi setiap potensi Karhutla,” ujarnya.

Peralatan Harus Siap Operasi

Selain kesiapan sumber daya manusia, AKBP Eko juga meminta seluruh instansi memastikan kendaraan operasional, alat pemadam, serta perlengkapan pendukung lainnya dalam kondisi optimal.

Kesiapan peralatan menjadi faktor penting agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif ketika terjadi kebakaran.

Menurutnya, respon yang cepat akan sangat menentukan keberhasilan dalam mengendalikan api agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Polres Ciamis juga terus mendorong upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan sektor perkebunan, agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Praktik tersebut dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering disertai angin yang cukup kencang.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam operasi penanggulangan Karhutla agar selalu mengutamakan keselamatan kerja dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP), khususnya saat menghadapi medan yang sulit dan berbahaya.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, Polres Ciamis bersama TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan Karhutla secara terpadu selama musim kemarau.

Partisipasi aktif masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ciamis, sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak yang ditimbulkan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement