Ikuti Kami :

Disarankan:

PPPK Paruh Waktu RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Minta Maaf Usai Komentar Viral soal Pasien BPJS, Siap Terima Konsekuensi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:06 WIB
PPPK Paruh Waktu RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Minta Maaf Usai Komentar Viral soal Pasien BPJS, Siap Terima Konsekuensi
PPPK Paruh Waktu RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Minta Maaf Usai Komentar Viral soal Pasien BPJS, Siap Terima Konsekuensi. Foto: Tangkapan Layar

PPPK paruh waktu RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya berinisial NZ atau Nurma Zahara menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah komentarnya terkait pasien BPJS viral di media sosial.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – PPPK paruh waktu berinisial NZ, yang bertugas di bagian administrasi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentarnya terkait seorang pasien BPJS menjadi viral di media sosial dan memicu reaksi luas dari masyarakat.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @nnzhaquarius, pada Rabu (5/8/2026). Dalam video tersebut, NZ mengakui kesalahan atas komentar yang ditulisnya di media sosial dan menyatakan penyesalan mendalam atas dampak yang ditimbulkan.

Akui Kesalahan dan Sampaikan Permintaan Maaf

Dalam pernyataannya, NZ mengaku tindakannya telah menyinggung almarhum Yuli Rizal beserta keluarga yang menjadi pihak terkait dalam polemik yang berkembang di media sosial.

Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga almarhum sekaligus kepada masyarakat Indonesia yang merasa terganggu dan kecewa atas komentar yang dianggap tidak pantas tersebut.

“Assalamualaikum, saya Nurma Zahara. Izinkan saya menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan saya yang sebesar-besarnya atas sikap dan tindakan saya di media sosial yang telah menyinggung almarhum Yuli Rizal beserta keluarganya,” ujar NZ dalam video yang beredar luas di media sosial.

Menurutnya, komentar yang ditulisnya merupakan tindakan yang tidak layak dan tidak seharusnya dilakukan, terlebih sebagai seseorang yang bekerja di lingkungan pelayanan publik.

Berjanji Tidak Mengulangi Perbuatannya

Dalam video tersebut, NZ juga menyatakan telah menyadari kesalahan yang dilakukan dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.

Ia mengaku saat ini tengah berupaya memperbaiki diri dan mengambil pelajaran dari peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut.

“Saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan sangat tidak pantas. Saya berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut dan akan terus berusaha memperbaiki sikap serta perilaku saya ke depannya,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas komentar yang dinilai telah melukai perasaan keluarga almarhum serta menimbulkan kegaduhan di ruang publik digital.

Siap Menghadapi Proses dan Sanksi

Selain meminta maaf kepada masyarakat, NZ juga menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses yang berlaku di lingkungan instansi tempatnya bekerja.

Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan tersebut kepada pihak terkait dan menyatakan siap menerima segala keputusan yang diambil sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Mengenai pekerjaan saya, saya bertanggung jawab dan siap mengikuti proses yang berjalan sesuai aturan. Saya siap menerima konsekuensi apa pun yang menjadi keputusan dari instansi terkait,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk kesediaan NZ untuk mempertanggungjawabkan tindakannya baik secara pribadi maupun sebagai aparatur yang bekerja di sektor pelayanan kesehatan.

Minta Warganet Tidak Libatkan Keluarga

Di akhir video, NZ juga memohon kepada masyarakat dan pengguna media sosial agar tidak menyeret keluarganya dalam polemik yang sedang berlangsung.

Menurutnya, keluarga tidak memiliki keterlibatan apa pun terhadap komentar yang ia unggah dan seluruh tanggung jawab berada pada dirinya secara pribadi.

Ia berharap kritik dan reaksi publik tetap diarahkan kepadanya tanpa mengganggu anggota keluarganya yang tidak mengetahui persoalan tersebut.

“Saya memohon kepada masyarakat dan pengguna media sosial untuk tidak mengganggu keluarga saya. Mereka tidak tahu apa-apa dan tidak terlibat dalam persoalan ini. Kesalahan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab saya,” tuturnya.

Jadi Sorotan Publik

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah tangkapan layar komentar yang diduga ditulis oleh NZ beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warganet.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna media sosial, khususnya aparatur yang bertugas di sektor pelayanan publik, untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang digital.

Etika bermedia sosial dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja di instansi yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik dan kemanusiaan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement