Ikuti Kami :

Disarankan:

Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Jadi Negara Maju, Dari B50 hingga Industri Otomotif Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 | 21:45 WIB
Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Jadi Negara Maju, Dari B50 hingga Industri Otomotif Nasional
Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Jadi Negara Maju, Dari B50 hingga Industri Otomotif Nasional. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia mampu menjadi negara maju dan mandiri melalui penguatan sektor energi, industri, dan pertahanan.

MALANG, NewsTasikmalaya.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju dan mandiri di berbagai sektor strategis. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi banyak negara, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan di bidang energi, industri, hingga pertahanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya Serentak Nasional di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), seperti dilansir dari laman presiden.go.id.

Menurut Prabowo, sejumlah capaian besar yang berhasil diraih dalam beberapa waktu terakhir menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya dan kemampuan anak bangsa untuk mendorong kemajuan nasional.

Blok Gas Raksasa yang Mangkrak 28 Tahun Kembali Dihidupkan

Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah berhasil mengaktifkan kembali proyek pengembangan blok gas strategis yang sebelumnya tidak berjalan selama hampir tiga dekade.

Proyek tersebut kini memasuki tahap produksi dan pembangunan, sekaligus menjadi salah satu proyek energi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Keberhasilan tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri.

“Setelah puluhan tahun tertunda, akhirnya proyek besar tersebut kembali berjalan dan mulai memberikan kontribusi bagi kebutuhan energi nasional,” ujar Prabowo.

Indonesia Jadi Pelopor Produksi B50 di Dunia

Presiden juga menyoroti keberhasilan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang mampu memproduksi dan menerapkan bahan bakar biodiesel B50 secara komersial.

Program B50 yang memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan baku dinilai telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, terutama dalam menekan impor bahan bakar minyak jenis solar.

Menurut Prabowo, langkah tersebut membuktikan bahwa Indonesia mampu mengolah sumber daya alam sendiri menjadi produk bernilai tinggi yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Keberhasilan itu juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional yang selama ini menjadi salah satu target utama pemerintah.

Siapkan Puluhan Pabrik Bioetanol

Tak berhenti pada B50, pemerintah kini bersiap memperluas penggunaan energi terbarukan melalui pengembangan bioetanol sebagai campuran bahan bakar.

Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menerapkan bahan bakar E20 atau campuran 20 persen bioetanol. Namun, untuk mencapai target tersebut diperlukan dukungan industri pengolahan yang memadai.

Saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik bioetanol skala besar. Karena itu, Presiden memutuskan untuk mempercepat pembangunan pabrik baru di berbagai daerah.

Ia bahkan menargetkan pembangunan sedikitnya 30 pabrik bioetanol, dan membuka kemungkinan jumlahnya ditingkatkan hingga 50 pabrik guna memenuhi kebutuhan energi masa depan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat industri berbasis pertanian dan menciptakan nilai tambah dari komoditas lokal.

Motor dan Mobil Nasional Segera Diluncurkan

Selain sektor energi, Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan industri manufaktur nasional.

Dalam waktu dekat, pemerintah berencana meluncurkan motor listrik hasil karya anak bangsa sebagai bagian dari penguatan industri otomotif nasional.

Tak hanya motor listrik, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan mobil nasional yang dirancang dan diproduksi oleh tenaga kerja Indonesia.

Menurut Presiden, keberhasilan membangun industri otomotif dalam negeri akan membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Kita akan memiliki kendaraan hasil karya anak bangsa yang membanggakan Indonesia,” tegasnya.

Industri Pertahanan Indonesia Makin Diakui Dunia

Presiden juga menyoroti perkembangan pesat industri pertahanan nasional yang kini semakin dipercaya dan digunakan oleh TNI maupun Polri.

Produk-produk pertahanan buatan Indonesia, mulai dari senapan serbu hingga pistol, disebut telah menunjukkan kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Prabowo bahkan mengungkapkan bahwa prajurit Indonesia berhasil meraih prestasi membanggakan dalam berbagai kompetisi menembak internasional dengan menggunakan senjata produksi dalam negeri.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan teknologi dan industri nasional terus berkembang serta mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Ajak Masyarakat Percaya pada Kemampuan Bangsa Sendiri

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme dalam membangun Indonesia.

Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk produktif yang besar, serta kemampuan teknologi yang terus berkembang.

Dengan kepemimpinan yang kuat, kerja keras, dan keberanian memanfaatkan potensi sendiri, Indonesia diyakini mampu mewujudkan cita-cita menjadi negara yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang ramah dan terbuka terhadap dunia internasional, namun tetap harus memiliki kekuatan dan kemandirian agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju lainnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement