Ikuti Kami :

Disarankan:

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Tegaskan Kemandirian Energi Pilar Kedaulatan Bangsa

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:32 WIB
Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Tegaskan Kemandirian Energi Pilar Kedaulatan Bangsa
Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Tegaskan Kemandirian Energi Pilar Kedaulatan Bangsa. Foto: presidenri.go.id

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, sebagai langkah nyata menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional.

JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, sebuah negara harus mampu memenuhi kebutuhan strategis rakyatnya secara mandiri, mulai dari pangan, energi, hingga sumber daya air.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meluncurkan program Biodiesel B50 dalam acara bertajuk Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional yang digelar di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa keberlangsungan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyat tanpa bergantung pada negara lain.

"Kelangsungan hidup suatu bangsa antara lain ditentukan oleh tiga hal. Pertama, mampukah bangsa itu menghasilkan pangan untuk rakyatnya sendiri. Kedua, mampukah bangsa itu memiliki sumber energi sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain. Ketiga, mampukah negara itu memiliki sumber air yang memadai," ujar Prabowo.

Indonesia Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, target yang semula diproyeksikan tercapai dalam waktu empat tahun ternyata berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.

Prabowo menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan besar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.

"Alhamdulillah, kita sudah membuktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita berhasil mencapainya dalam satu tahun," katanya.

Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan dan swasembada energi merupakan dua agenda besar yang sejak awal menjadi prioritas pemerintahannya.

"Hari ini saya bangga hadir di sini. Ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu. Sejak sebelum dilantik menjadi Presiden, saya selalu menekankan kepada tim bahwa Indonesia harus swasembada pangan dan swasembada energi," tegasnya.

Potensi Energi Nasional Sangat Besar

Prabowo juga menyoroti besarnya potensi sumber daya energi yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan energi yang melimpah, mulai dari panas bumi, batu bara, gas alam, hingga energi terbarukan lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai salah satu alternatif energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

"CNG kita sangat banyak. Di Jawa Tengah penggunaannya sudah cukup luas dan akan terus kita kembangkan. Potensi CNG tersedia di berbagai wilayah Indonesia," ungkapnya.

Presiden juga mengungkapkan adanya perkembangan teknologi baru yang memungkinkan pemanfaatan gas dari lapisan batu bara dalam yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, teknologi tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat pasokan energi nasional di masa depan.

Biodiesel B50 Kurangi Ketergantungan Impor Solar

Peluncuran Biodiesel B50 menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat terwujudnya kemandirian energi nasional. Program ini merupakan pengembangan dari kebijakan campuran bahan bakar nabati yang sebelumnya telah diterapkan melalui B35 dan B40.

Presiden mengatakan implementasi B50 menjadi tonggak penting karena mampu mengurangi bahkan menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar dari luar negeri.

"Saya terus mendorong kemandirian energi. B40 tidak cukup. Bahkan saat itu saya mendorong agar Indonesia bisa menuju B100. Namun para menteri menyampaikan bahwa dengan B50 saja Indonesia sudah tidak perlu lagi mengimpor solar dari luar negeri. Ini merupakan prestasi luar biasa bagi bangsa Indonesia," ujarnya.

Biodiesel B50 sendiri merupakan bahan bakar yang mengandung campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan energi domestik, mengurangi impor bahan bakar fosil, sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor perkebunan kelapa sawit nasional.

Wujud Komitmen Menuju Indonesia Mandiri

Peluncuran Biodiesel B50 dinilai bukan sekadar inovasi di sektor energi, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaulat.

Melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal, pemerintah berharap Indonesia mampu memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadapi berbagai tantangan global yang semakin dinamis.

Dengan langkah tersebut, Indonesia semakin dekat menuju cita-cita besar menjadi negara yang mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement