Ikuti Kami :

Disarankan:

Produk Lokal di Kota Banjar Didorong Go Internasional

Jumat, 19 September 2025 | 17:38 WIB
Produk Lokal di Kota Banjar Didorong Go Internasional
Produk Lokal di Kota Banjar Didorong Go Internasional. Foto: Dok. NewsTasikmalaya.com/Martin.

Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, terus menggenjot pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf). Dukungan pun datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang siap memberikan pendampingan agar produk lokal Banjar mampu menembus pasar regional, nasional, bahkan internasional.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, terus menggenjot pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf). Dukungan pun datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang siap memberikan pendampingan agar produk lokal Banjar mampu menembus pasar regional, nasional, bahkan internasional.

Hal ini disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

“Saya senang ketika ada daerah seperti Banjar yang serius memajukan ekonomi kreatif. Ini potensi besar,” kata Riefky.

Menurutnya, Banjar masuk dalam wilayah prioritas pengembangan ekraf di Jawa Barat. Bahkan, 80 persen fokus Kemenparekraf saat ini diarahkan pada akselerasi potensi daerah.

“Kami ingin ekraf Banjar naik kelas dan jadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional dari daerah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Banjar, Kaswad, menyebutkan dari 17 subsektor ekraf, 11 di antaranya sudah aktif berjalan. Pemkot Banjar juga rutin menggelar event seperti Car Free Night dan Citanduy Fest sebagai ruang ekspresi bagi para pelaku kreatif.

“Perhatian Pemkot terhadap ekraf sangat bagus. Ini modal penting untuk berkembang,” kata Kaswad.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenparekraf juga mendorong pembentukan dinas khusus ekonomi kreatif di tingkat daerah, sesuai arahan Kemendagri. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menilai langkah itu krusial untuk memperkuat kelembagaan sekaligus membuka peluang ekspor dan investasi.

"Kalau kelembagaan kuat, karya kreatif daerah bisa lebih kompetitif,” ujarnya.

Staf Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Infrastruktur, Septriana Tangkary, menambahkan pembentukan dinas ekraf akan mempermudah pelatihan sekaligus menciptakan ruang kolaborasi dan inovasi.

“Ruang kolaborasi dan inovasi bisa tumbuh kalau dinas sudah berdiri,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjar Supriana menegaskan komitmen Pemkot untuk menjadikan Banjar sebagai kota kreatif. Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot telah membentuk Tim Akselerasi Percepatan Pembangunan Daerah (TAPPD) yang berfokus pada pengembangan ekraf.

“Kami ingin pelaku ekraf Banjar punya semangat untuk naik kelas dan go internasional,” tegas Supriana.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement