Ikuti Kami :

Disarankan:

Produksi Telur Ciamis Capai 40 Ton per Hari, Serapan Program MBG Masih Rendah

Jumat, 08 Mei 2026 | 12:30 WIB
Produksi Telur Ciamis Capai 40 Ton per Hari, Serapan Program MBG Masih Rendah
Produksi Telur Ciamis Capai 40 Ton per Hari, Serapan Program MBG Masih Rendah. Foto: Istimewa

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis mencatat produksi ayam potong dari peternak lokal mencapai 90 ton per hari hingga Januari 2026. Sementara itu, produksi telur ayam di Kabupaten Ciamis mencapai 40 ton per hari.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis mencatat produksi ayam potong dari peternak lokal mencapai 90 ton per hari hingga Januari 2026. Sementara itu, produksi telur ayam di Kabupaten Ciamis mencapai 40 ton per hari.

Meski produksi terbilang tinggi, penyerapan telur ayam untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai masih rendah.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Disnakkan Kabupaten Ciamis, Asri Kurnia, mengungkapkan bahwa serapan telur ayam oleh dapur MBG di Kabupaten Ciamis baru mencapai sekitar 7 persen.

Angka tersebut masih jauh dibandingkan tingkat penyerapan telur untuk kebutuhan pasar dan konsumsi masyarakat dalam lima tahun terakhir yang rata-rata mencapai 60 persen.

“Kalau untuk ayam potong, kami masih terus mengumpulkan data penyerapan produksi karena kondisi di lapangan masih dinamis,” ujar Asri, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam mendukung program MBG. Salah satunya melalui koordinasi dan sosialisasi bersama Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Ciamis dan Kepala SPPG se-Kabupaten Ciamis melalui Zoom Meeting pada 17 September 2025.

Selain itu, Dinas Peternakan dan Perikanan juga melakukan pendataan terhadap dapur SPPG, supplier, hingga pemasok bahan pangan asal hewan melalui formulir khusus.

Pengawasan keamanan pangan turut dilakukan secara langsung ke sejumlah titik distribusi dan produksi.

“Pengawasan sudah dilakukan terhadap 61 SPPG, 12 supplier, termasuk RPU/TPU dan farm ayam petelur,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis juga telah menetapkan Surat Keputusan Tim Satgas Percepatan Program MBG di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan guna mendukung optimalisasi program tersebut.

Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan kesiapan sarana pendukung distribusi pangan, salah satunya melalui penyediaan box freezer untuk menjaga rantai suhu dingin produk peternakan.

“Fasilitas ini penting agar produk peternakan seperti daging ayam dan telur tetap dalam kondisi baik selama proses distribusi,” tuturnya.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Ciamis berharap distribusi bahan pangan hewani untuk program MBG dapat berjalan optimal sekaligus menjaga kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement