TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, sebuah prosesi adat sakral digelar di Kabuyutan Besek, Kampung Pamipiran, Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026).
Dalam perhelatan kebudayaan tersebut, pegiat budaya sekaligus peneliti Nusantara, Juag Fiona Euis Tjantiari Callaghan, M.Si. (Fiona Callaghan), secara resmi menerima penyematan nama kehormatan leluhur "Raden Siti Dewi Munigar" dari Masyarakat Adat Kabuyutan Besek.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di peninggalan situs bersejarah Raden Siti Dewi Munigar yang berlokasi di tengah kawasan perkebunan dan persawahan tepian Sungai Ciwulan.
Pelaksanaan perhelatan adat di pelosok perkampungan ini mengusung pesan kultural yang kuat bahwa peringatan Hari Jadi Tasikmalaya ke-394 bukan sekadar milik perayaan birokrasi, melainkan momentum inklusif milik masyarakat adat, penggiat budaya, dan warga akar rumput untuk merawat identitas serta sejarah Trah Sukapura.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus RT/RW setempat, para tokoh dan sesepuh Kampung Besek, serta antusiasme warga masyarakat yang memadati area situs. Rangkaian prosesi dibuka dengan atraksi seni tradisional Sunda dari Padepokan Pencak Silat Waringin Ligar dan lantunan Kesenian Beluk, yang dilanjutkan dengan doa tawasulan bersama untuk para leluhur Nusantara.
Puncak prosesi ditandai dengan penyematan nama "Raden Siti Dewi Munigar" secara langsung oleh Sesepuh Kabuyutan Besek, Raden Isda (Abah Naga Hijau), yang merupakan keturunan langsung dari sang tokoh leluhur.
Dalam catatan sejarah Sukapura, Raden Siti Dewi Munigar dikenal sebagai sosok perempuan bijaksana, penasihat utama, serta panglima perang di masa awal pembentukan Kabupaten Sukapura di bawah kepemimpinan R. Wirawangsa (Raden Tumenggung Wiradadaha I / Dalem Baganjing).
"Pemberian dan penyematan nama Raden Siti Dewi Munigar kepada Juag Fiona ini bukanlah sekadar pilihan atau kehendak saya semata, melainkan sebuah amanat luhur yang benar-benar telah saya terima untuk disampaikan kepadanya," ujar Abah Naga Hijau.
Abah Naga Hijau berharap penobatan ini menjadi pemantik agar nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, dan keteladanan Raden Siti Dewi Munigar dapat senantiasa dihidupkan serta diwariskan kepada generasi muda.
Menanggapi penganugerahan tersebut, Pendiri Yayasan Ranagara Kertapura Nusantara ini mengaku terharu dan tidak menyangka akan menerima kehormatan besar dari masyarakat adat Sukapura.
"Saya sama sekali tidak menyangka akan menerima penyematan nama kehormatan 'Raden Siti Dewi Munigar'. Ini merupakan rezeki tak terduga dan kehormatan besar. Bagi saya, nama ini bukan sekadar gelar, melainkan amanah kebudayaan dan tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi dalam pelestarian sejarah serta nilai luhur Sukapura," kata Fiona Callaghan.
Sebagai informasi, penyematan nama "Raden Siti Dewi Munigar" merupakan gelar kehormatan adat ketiga yang diraih oleh Fiona Callaghan di Indonesia.
Sebelumnya pada tahun 2017, ia dianugerahi nama "Seiserei" oleh Masyarakat Adat Suku Asmat di Kampung Atsj, Papua, menjadikannya perempuan pertama dalam sejarah kampung tersebut yang menerima nama leluhur setempat. Kemudian pada awal tahun 2026, Fiona juga dianugerahi gelar nama kehormatan "Batari Hyang" dari Masyarakat Adat Kabuyutan Gunung Ringgeung, Kabupaten Garut.
Mengakhiri prosesi, Abah Naga Hijau menyampaikan pesannya kepada seluruh keluarga besar Trah Sukapura untuk terus mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama merawat warisan peradaban leluhur demi masa depan bangsa.