Ikuti Kami :

Disarankan:

Ratusan Petugas Gabungan Siaga Karhutla, Polres Banjar Perkuat Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:36 WIB
Ratusan Petugas Gabungan Siaga Karhutla, Polres Banjar Perkuat Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Ratusan Petugas Gabungan Siaga Karhutla, Polres Banjar Perkuat Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan. Foto: Istimewa

Polres Banjar menggelar apel kesiapsiagaan Karhutla dengan melibatkan 250 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polhut, dan instansi terkait lainnya.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Sebanyak 250 personel gabungan dari berbagai instansi mengikuti apel gelar pasukan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar Polres Banjar di halaman Mapolres Banjar, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP, Polisi Kehutanan (Polhut), serta sejumlah instansi terkait lainnya sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, mengatakan apel gelar pasukan bertujuan memastikan seluruh personel, sarana, dan prasarana penanggulangan Karhutla berada dalam kondisi siap operasional apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Menurutnya, upaya pencegahan menjadi fokus utama dalam penanganan Karhutla. Karena itu, petugas gabungan akan melakukan patroli rutin sekaligus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan.

“Kegiatan ini dalam rangka pengecekan personel dan peralatan agar siap digunakan kapan pun diperlukan. Kami juga akan bersama-sama secara intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar AKBP Didi usai apel kesiapsiagaan.

Selain kesiapan personel, perhatian juga tertuju pada kawasan hutan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Wakil Administratur KPH Ciamis, Cucu Suhendar, menjelaskan bahwa luas kawasan hutan Perhutani di wilayah Kota Banjar mencapai sekitar 1.020 hektare yang terbagi dalam wilayah RPH Banjar dan RPH Gadung.

Menurutnya, kawasan hutan yang berada di wilayah Banjar Utara dan Banjar Selatan menjadi area yang paling rentan terhadap kebakaran. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya aktivitas dan interaksi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Luas kawasan hutan milik Perhutani di Kota Banjar mencapai 1.020 hektare yang terbagi ke dalam wilayah RPH Banjar dan RPH Gadung. Adapun wilayah Banjar Utara dan Banjar Selatan menjadi kawasan yang paling rawan kebakaran karena tingginya interaksi manusia di area tersebut,” jelas Cucu.

Sebagai langkah pencegahan, Perhutani bersama instansi terkait terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik yang sering dilalui warga. Selain itu, petugas lapangan juga aktif mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran sampah di sekitar kawasan hutan.

Kapolres Banjar juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia menegaskan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Selain itu, masyarakat diimbau memastikan seluruh sumber api, seperti kompor maupun peralatan lain yang berpotensi menimbulkan percikan, telah benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah atau lokasi aktivitas.

Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Banjar dapat diminimalkan sehingga dampak kerusakan lingkungan maupun kerugian ekonomi dapat dicegah sejak dini.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement